Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Penanganan Bencana di Pijay Disorot, Aliansi Pemuda Minta Dana BTT Dipublikasikan

kata Dedi, ia mengingatkan bahwa keterlambatan masuk ke fase recovery berpotensi membuat dana Belanja Tidak Terduga atau BTT tidak efektif dan rawan

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, Dedi Saputra, memberikan statemen disela-sela aktivitas membantu korban banjir bandang di salah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya beberapa hari lalu. FOR SERAMBINEWS.COM 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya menyorot penanganan bencana banjir dilakukan Pemkab Pidie Jaya masih jalan di tempat.
  • Fakta di lapangan menunjukkan ketidakmampuan dan ketidaksiapan kepala daerah dalam mengelola krisis.
  • "Kebijakan yang diambil justru memperlihatkan kebingungan arah, hingga lemahnya pemahaman terhadap tahapan penanggulangan bencana," kata Koordinator Aliansi 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya menyorot penanganan bencana banjir dilakukan Pemkab Pidie Jaya masih jalan di tempat. 

Fakta di lapangan menunjukkan ketidakmampuan dan ketidaksiapan kepala daerah dalam mengelola krisis. 

"Kebijakan yang diambil justru memperlihatkan kebingungan arah, hingga lemahnya pemahaman terhadap tahapan penanggulangan bencana," kata Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, Dedi Saputra, kepada Serambinews.com, Sabtu (31/1/2026). 

Ia menyebutkan, saat ini kebijakan diambil Bupati Pidie Jaya, lebih bersifat asumtif dan tidak berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Apa yang dilakukan bupati hari ini mencerminkan ketidakmampuan membaca situasi. Kebijakan diambil tanpa berpijak pada realitas korban. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk kegagalan dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya. 

Kata Dedi. keputusan memperpanjang masa tanggap darurat hingga lima kali yang dinilai sudah tidak relevan. 

Menurutnya, fase darurat telah lama berakhir, namun Pemkab gagal beralih ke tahap yang lebih penting. Adalah tahapan recovery dan rekonstruksi pascabanjir bandang.

“Perpanjangan masa darurat justru memperlihatkan ketidaktahuan Pemkab tentang manajemen bencana. 

Saat ini, yang dibutuhkan masyarakat adalah pemulihan, pembangunan kembali, bukan status darurat yang berkepanjangan tanpa kejelasan,” katanya.

Dana BTT

Selain itu, kata Dedi, ia mengingatkan bahwa keterlambatan masuk ke fase recovery berpotensi membuat dana Belanja Tidak Terduga atau BTT tidak efektif dan rawan tidak tepat sasaran. 

Untuk itu, penggunaan BTT yang telah digunakan, hendaknya segera dipublikasi secara terbuka kepada masyarakat.

“ Penggunaan BTT harus transparan. Jangan sampai anggaran besar habis tanpa dampak nyata bagi korban. Warga berhak mengehui kemana saja dana itu digunakan,” sebutnya. 

Dikatakan, berdasarkan temuan di lapangan oleh Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, yang mencatat bahwa sebagian besar warga terdampak banjir justru memilih bertahan dan kembali ke tempat tinggal mereka, bukan direlokasi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved