Berita Banda Aceh
Rektor USK Lepas 1.050 Mahasiswa untuk Program Berdampak Berangkat Ke Wilayah Bencana
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Marwan melepas 1.050 mahasiswa yang akan mengikuti Program Mahasiswa Berdampak bencana
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Rektor USK, Prof. Dr. Marwan, melepas 1.050 mahasiswa untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di wilayah terdampak bencana di Aceh selama 20 hari, bertepatan dengan bulan Ramadan.USK berhasil memperoleh 21 proposal hibah tertinggi secara nasional, dengan mahasiswa ditempatkan di tujuh kabupaten/kota untuk membantu pemulihan pascabencana.Program ini memberikan dukungan biaya hidup dan konversi 2 SKS, sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan empati, kepedulian sosial, dan keterampilan
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Marwan melepas 1.050 mahasiswa yang akan mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di berbagai wilayah terdampak bencana di Aceh.
Pelepasan tersebut berlangsung di halaman Gedung Rektorat USK, Jumat (30/1/2026).
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen atas komitmen mereka dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa capaian USK dalam program ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita patut bangga karena USK berhasil memperoleh 21 proposal yang didanai. Capaian ini menempatkan USK sebagai perguruan tinggi dengan jumlah program terbanyak yang didanai dari 82 institusi pengusul.
Namun yang lebih penting, kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif, membantu masyarakat, dan tidak menjadi beban bagi lingkungan sekitar,” ujar Prof. Marwan.
Baca juga: 21 Proposal USK Lolos Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak, Libatkan 1.000 Mahasiswa
Rektor juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan, termasuk kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Oleh karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri secara fisik, mental, serta menjaga kesehatan sebelum terjun ke lapangan, sekaligus mengutamakan keselamatan selama menjalankan program.
Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama 20 hari dan bertepatan dengan bulan Ramadan.
Rektor berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran berharga dalam membangun empati, kepedulian sosial, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.
Mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari tahap pengusulan proposal hingga implementasi di lapangan.
Prof. Mudatsir mengungkapkan bahwa sebanyak 609 proposal diajukan secara nasional dan 203 proposal dinyatakan lolos pendanaan.
| Perluas Kolaborasi, USM Kerja Sama dengan Perusahaan Kelapa Sawit |
|
|---|
| MaTA Sindir Kasus Korupsi Beasiswa Aceh, Alfian: Sudah 5 Kali Ganti Kapolda tak Kunjung Tuntas |
|
|---|
| Perkuat Barisan Pemasyarakatan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Lantik 33 Pejabat Manajerial Baru |
|
|---|
| Ini Rekomendasi Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh, Pungutan Khusus ke Perusahaan Rusak Lingkungan |
|
|---|
| Komunitas Ruang Lingkup Soroti Tekanan Ekonomi di Balik Fenomena Anak Mengemis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ribuan-mahasiswa-USK-dilepas-ke-daerah-bencana_2026.jpg)