Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

BPMA Target Produksi Migas di Aceh 10 Ribu BOEPD Per Hari Pada 2026

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menargetkan produksi migas pada 2026 ini besar 10.519 barel/hari (BOEPD).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
PEKERJA MIGAS - Para pekerja migas di salah satu lapangan milik KKKS di Aceh 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menargetkan produksi migas pada 2026 ini besar 10.519 BOEPD per hari.

Produksi itu berasal dari gas, minyak hingga kondensat dari sejumlah lapangan yang ada di Aceh.

Jumlah itu sudah ditetapkan  sebagai target Lifting WP&B tahun 2026 antara BPMA dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah naungan BPMA.

Rincian produksinya adalah gas sebesar 48,40 MMSCFD dan produksi minyak sebesar 1.876 BOPD, dengan total lifting gabungan gas dan minyak mencapai 10.519 BOEPD.

Diketahui, saat di Aceh terdapat 3 wilayah kerja di bawah BPMA dengan status produksi, yaitu Blok A di Aceh Timur yang dikelola Medco EP Melaka.

Kemudian blok B di Aceh Utara yang dikelola Pema Global Energi (PGE), dan Blok Pase di Aceh Utara yang dikelola oleh Triangle Pase.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Turun per 1 Februari 2026 di Seluruh Provinsi, Subsidi Tetap Stabil

Kadiv DFHE/Humas BPMA, Doddy Artanto, Sabtu (31/1/2026) menyampaikan, BPMA dan para kontraktor selaku operasi lapangan minyak dan gas sudah menyepakati target itu, sebagai langkah memenuhi target produksi nasional.

“Prospek Lifting di tahun 2026 bagi BPMA masih mempunyai peluang peningkatan dengan pengawasan dan tindakan yang tepat.

Dengan dinaikkan target lifting tahun 2026 merupakan hal yang sangat menantang bagi BPMA,”ujar Doddy.

Pasalnya, kata Doddy, pada 2025 terdapat beberapa kejadian yang tidak terduga yaitu terjadinya bencana (force majeur) banjir di wilayah kerja dan kebakaran tangki F-2101, yaitu tangki penyimpanan kondensat harian (F-2101) milik PT Pema Global Energi (PGE) di kawasan Perta Arun Gas (PAG), Lhokseumawe, pada November 2025.

Katanya, kondisi itu  akan memengaruhi kemampuan operasional produksi terutama lifting di tahun 2026 di KKKS.

“Terjadinya bencana banjir dan longsor di tahun 2025 cukup memengaruhi produksi di tahun 2026 ini,” ujarnya.

Baca juga: Diskusi Selama 1,5 Jam, BPMA & PWI Aceh Sepakat Perkuat Kapasitas Wartawan

Beberapa hal yang berpotensi menjadi tantangan produksi antara lain perlunya peremajaan fasilitas produksi, perlunya melepas ketergantungan pada fasilitas pihak lain, yang mana operasi dan perawatan fasilitas tidak dapat ditangani secara langsung oleh KKKS.

Kemudian ketersediaan peralatan untuk kegiatan-kegiatan peningkatan produksi (drilling, workover, well service) yang dapat memengaruhi target yang telah ditetapkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved