Senin, 1 Juni 2026

Pemilihan Rektor USK

Profil Prof Mirza Tabrani, Rektor USK Terpilih Periode 2026-2031

Semua proses tahapan pemilihan Rektor USK, termasuk pengesahan dan pelantikan dijadwalkan tuntas sebelum 8 Maret 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
REKTOR USK - Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) terpilih periode 2026-2031. 

Saat mendaftar secara resmi sebagai calon Rektor USK, Prof Mirza membawa tujuh poin utama dalam pencalonannya.

Salah satunya membangun Good University Governance (GUG) sebagai pondasi USK.

Di atas pondasi itu, ia juga akan membangun smart humanocracy governance dan Integrity.

Menurutnya, hal tersebut adalah cara modern untuk mengimplementasi GUG.

Dikatakan, cara tersebut menghadirkan model kepemimpinan berbasis penghormatan pada manusia sebagai subjek ,yang berhak berkembang di samping harus bekerja dan mengabdi. 

“Saya mau, siapapun di USK nantinya akan mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang. Jadi, birokrasi kaku kita tinggalkan,” ucap Prof Mirza.

Baca juga: Sosok Prof Mirza Tabrani, Rektor USK Terpilih 2026–2031: Anak Pertama yang Ditempa Disiplin Keras

Hal ini, lanjutnya, tentu saja harus didukung oleh smart governance (tata kelola cerdas) yang menjamin percepatan layanan, mengurangi birokrasi (apalagi yang kaku) dan juga mencegah praktik korupsi.

“Dua itu akan mendukung aspek integritas. Kiban haba meunan but. Konsisten, agar kompeten,” ujar Prof Mirza.

Menurutnya, dengan dukungan iklim USK, dirinya juga bertekad akan menghadirkan USK Holding Company sebagai langkah memperkuat kemandirian finansial USK.

Hal itu dilakukan, lantaran USK memiliki aset dan sumber daya manusia yang handal.

 “Jadi apa yang sudah pernah dibuka jalan oleh Rektor sebelum-sebelumnya, harus dilanjutkan sampai nyata agar segera membantu USK dan juga Aceh,” jelasnya.

Nantinya, USK Holding ini akan mengelola aset produktif universitas, secara profesional.

Seperti rumah sakit dengan layanan premium yang ikut membantu overloadnya RSUZA. Hal itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat umum terpenuhi.

Selain daripada itu, Prof Mirza juga akan mengembangkan pusat pelatihan dan peningkatan pusat riset terpadu serta mengoptimalisasikan laboratorium terakreditasi sehingga dapat dikomersialisasikan.

“Ini bukan hanya untuk membantu USK mandiri berdasarkan potensi yang dimiliki, tapi juga menjawab kebutuhan Aceh. USK wajib membantu terobosan Gubernur Aceh saat ini dan siapapun kedepannya, jangan sekedar menjadi menara gading,” tegasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved