Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Utara

Mahasiswa Unimal Pegang Cangkul dan Sekop Bersihkan Masjid di Langkahan

Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) bergotong royong membersihkan masjid di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pascabanjir.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BERSIHKAN MASJID - Puluhan mahasiswa Unimal yang tergabung dalam Posko Bencana Alam membantu pemulihan pascabanjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara selama sebulan lebih dari 4 Januari hingga 12 Februari 2026 mendatang. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) bergotong royong membersihkan masjid di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pascabanjir.
  • Selain pemulihan rumah ibadah, mereka juga mendirikan sekolah darurat, menggelar trauma healing, dan memasang plang jalur evakuasi.
  • Aksi kemanusiaan ini diapresiasi masyarakat karena membantu mempercepat pemulihan fasilitas umum dan mendukung aktivitas ibadah serta pendidikan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin i Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang tergabung dalam Posko Bencana Alam (PBA) turun langsung membantu pemulihan pascabanjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara selama sebulan lebih, dari 4 Januari hingga 12 Februari 2026 mendatang.

Dengan memegang cangkul, sekop, dan peralatan seadanya, para mahasiswa bergotong royong membersihkan masjid lama dan masjid baru agar kembali dapat digunakan masyarakat untuk beribadah.

Selama hampir sebulan di pedalaman Aceh Utara, mahasiswa Unimal juga mengadakan sekolah darurat, dan menggelar trauma healing, serta membuat plang di setiap jalan dan gang serta jalur evakuasi.

Kegiatan pemulihan ini merupakan kolaborasi antar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Unimal, yakni UKM KSR PMI Unit 04 Unimal, UKM Menwa, UKM TDC, UKM SAR, UKM Pramuka, UKM PA-UMPAL, serta UKM Scenia Film.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat terdampak banjir yang hingga kini masih berjuang memulihkan fasilitas umum.

Desa Rumoh Rayeuk menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir.

Baca juga: Pakai Peralatan Seadanya, Anggota Polres Bireuen Bersihkan Lumpur di Meunasah Pante Baro Kumbang

Masjid sebagai pusat aktivitas ibadah masyarakat masih dipenuhi lumpur.

Sementara fasilitas kamar mandi dan tempat wudhu sebelumnya belum dapat digunakan.

Selain itu, sejumlah Al-Qur’an serta perlengkapan shalat mengalami kerusakan sehingga menghambat pelaksanaan ibadah warga setempat.

Dalam proses pemulihan, mahasiswa secara bergotong royong membersihkan lumpur di dalam dan sekitar masjid.

Mengangkut material kayu serta sampah sisa banjir, memperbaiki kamar mandi dan tempat wudhu.

Serta melakukan pengecatan ulang pada bagian masjid yang warnanya telah pudar akibat terendam banjir.

Baca juga: Kadisdik Aceh Terobos Lumpur untuk Bangkitkan Semangat Guru dan Siswa SMAN 1 Pining Galus

Sekolah Darurat

Selain fokus pada pemulihan rumah ibadah, mahasiswa PBA Unimal juga menginisiasi pendirian sekolah darurat bagi anak-anak terdampak banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved