Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Prof Mirza Rektor Baru USK

Mudah-mudahan rektor terpilih nantinya bisa membawa dan lebih mengharumkan nama besar USK dengan visi-misi yang telah disampaikan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI INDONESIA EDISI SELASA 20260203 

Ringkasan Berita:
  • Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA terpilih menjadi Rektor USK periode 2026-2031 dalam Rapat Pleno Tertutup MWA di Balai Senat kampus Darussalam
  • Ketua MWA, Dr Safrizal ZA menyampaikan, Prof Mirza terpilih seusai mengantongi 13 suara, disusul Prof Dr Ir Agussabti MSi dengan 5 suara, dan Prof Dr Ir Marwan 1 suara
  • Dengan dukungan iklim USK, dirinya juga bertekad akan menghadirkan USK Holding Company sebagai langkah memperkuat kemandirian finansial USK

Mudah-mudahan rektor terpilih nantinya bisa membawa dan lebih mengharumkan nama besar USK dengan visi-misi yang telah disampaikan kepada MWA. SAFRIZAL ZA, Ketua Majelis Wali Amanat 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA terpilih menjadi Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 dalam Rapat Pleno Tertutup Majelis Wali Amanat (MWA) di Balai Senat kampus setempat, Darussalam, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Ketua MWA, Dr Safrizal ZA menyampaikan, Prof Mirza terpilih seusai mengantongi 13 suara, disusul Prof Dr Ir Agussabti MSi dengan 5 suara, dan Prof Dr Ir Marwan 1 suara. Total 19 suara dengan jumlah pemberi hak suara 13 orang, namun Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) memiliki 7 hak suara (bobot 35 persen).

Ucapan selamat dari Rektor dan Sivitas Akademika Universitas Teuku Umar
Ucapan selamat dari Rektor dan Sivitas Akademika Universitas Teuku Umar 

“Terpilih Prof Mirza dengan 13 suara," kata Safrizal seusai pemilihan rektor, yang didampingi Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof Dr Rusli Yusuf MPd, serta Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Dr Muhammad Hasan Chabibie ST MSi mewakili Mendikti Saintek, Senin (2/2/2026).

Rencananya, pelantikan bakal berlangsung pada 6 Maret mendatang. Semua proses tahapan pemilihan Rektor USK, termasuk pengesahan dan pelantikan dijadwalkan tuntas sebelum 8 Maret 2026.

Ketua MWA sekaligus Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Dr Safrizal ZA menyampaikan, prosesi ini menjadi tonggak sejarah baru, karena pemilihan rektor ini berlangsung secara demokratis, setelah kampus tersebut berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

“Mudah-mudahan rektor terpilih nantinya bisa membawa dan lebih mengharumkan nama besar USK dengan visi-misi yang telah disampaikan kepada MWA,” ucap Safrizal.

Sebelumnya, ketiga calon terpilih yang bertarung di pemilihan Rektor USK periode 2026-2031, diumumkan usai penyampaian visi, misi dan program kerja dalam Rapat Terbuka MWA di Gedung AAC Dayan Dawood, kampus setempat, Banda Aceh, Senin (12/1/2026) lalu.

Pada tahapan penyaringan, jumlah suara adalah suara dari setiap anggota MWA yang hadir saat pemilihan. Termasuk suara Menteri atau perwakilan Menteri hanya memiliki satu hak suara. Pengumuman ini berdasarkan hasil penyaringan dari 14 Anggota MWA, yang berasal dari perwakilan ketua senat akademik, dosen, alumni, mahasiswa dan masyarakat. 

Sementara pada tahapan pemilihan dan penetapan Rektor USK terpilih ini, jumlah suara adalah suara dari seluruh anggota MWA yang hadir pada pemilihan, serta 35 persen suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek). “Jumlah suara menteri 35 persen itu sangat tergantung dari jumlah kuorum anggota MWA yang hadir saat pemilihan,” jelas Prof Rusli saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Minggu (1/2/2026) kemarin.

Pihaknya juga memastikan, proses penjaringan dilakukan secara bersih, jujur dan adil. Bagi calon rektor yang terbukti melakukan pelanggaran, atau tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, PPR akan mengambil langkah tegas hingga diskualifikasi.(rn)

Siap Perkuat Kemandirian Finansial

Prof Mirza merupakan guru besar kelahiran Banda Aceh, 26 September 1967. Ia menamatkan S1 Manajemen Unsyiah (1991), S2 Master of Business Administration Universiti Kebangsaan Malaysia (1995). Dan, S3 Doctor of Business Administration juga di Universiti Kebangsaan Malaysia (2007).

Mirza pernah menjadi Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi USK periode 2007-2009. Kemudian Pembantu Dekan 1 Fakultas Ekonomi USK periode 2009-2013. Selanjutnya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi USK Periode 2013-2017, serta menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Aceh Syariah periode 2020-2023.

Ia resmi mendaftarkan diri dalam bursa calon Rektor USK untuk periode 2026-2031, ditemani Prof Dr Raja Masbar, Prof Dr Muhammad Zaki, Prof Dr Yulidin Away dan beberapa kolega lainnya, yang melakukan pendaftaran pada Jumat (17/10/2025).

Saat mendaftar secara resmi sebagai calon Rektor USK, Prof Mirza membawa tujuh poin utama dalam pencalonannya. Salah satunya membangun Good University Governance (GUG) sebagai pondasi USK.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved