Banda Aceh
Neraca Perdagangan Aceh Alami Surplus 6,64 Juta Dolar, Nilai Ekspor Meningkat 2,42 persen
Dimana pihaknya mencatat nilai ekspor Aceh mencapai US$59,69 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai impor yang sebesar US$53,16 juta.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami keuntungan atau surplus sebesar US$ 6,64 juta pada periode Desember 2025.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, dalam keterangan resminya mengatakan, surplus tersebut disebabkan nilai ekspor Aceh pada Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 2,42 persen.
Dimana pihaknya mencatat nilai ekspor Aceh mencapai US$59,69 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai impor yang sebesar US$53,16 juta.
"Komoditas utama yang diekspor pada Desember 2025 didominasi oleh batubara, dengan nilai mencapai US$42,42 juta, atau berkontribusi sebesar 71,07 persen terhadap total ekspor,” kata Agus, Selasa (3/2/2026).
India menjadi mitra dagang terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai US$52,19 juta atau 87,43 persen, didominasi oleh komoditas batubara dan CPO.
Di urutan berikutnya adalah Thailand dengan nilai US$3,98 juta, dengan komoditas utama berupa batu bara. Selanjutnya, ekspor ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$1,18 juta, dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah.
Ekspor komoditas asal Aceh yang dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh tercatat sebesar US$55,98 juta, atau 93,77 persen dari total ekspor.
"Sisanya, sebesar US$3,72 juta diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan nilai terbesar melalui Provinsi Sumatera Utara sebesar US$3,62 juta,” ucapnya.
Sementara itu, total impor Aceh selama Desember 2025 didominasi oleh propana/butana senilai US$43,19 juta. Negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$23,41 juta, yang berupa gas butana/propana.
Selain itu, Qatar menyumbang nilai impor sebesar US$10,19 juta dan Uni Emirat Arab menyumbang US$9,60 juta. Impor dari kedua negara tersebut berupa gas propana/butana.
Meningkatkan nilai ekspor Aceh itu juga kata Agus, sejalan dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025.
Dimana mencatat NTP pada Januari 2026 yang mencapai 125,17, atau naik 0,95 persen dibandingkan Desember 2025. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Januari 2026 adalah sebesar 154,93.
Indeks tersebut mengalami penurunan sebesar 0,07 persen dibanding bulan sebelumnya. Adapun, komoditas yang menjadi penyumbang utama penurunan It adalah kopi, jagung, dan cabai merah.
| Gas Andaman Mau Dialirkan ke Jawa, Mualem Tak Ingin Aceh Kembali Jadi Penonton |
|
|---|
| GEN-A Edukasi Bahaya Rokok dan Kesehatan Mental dalam Bazar HUT Lanud SIM |
|
|---|
| Purnatugas, Brigjen Pol Wahyu Prihatmaka Lepas Jabatan Dirpolairud Polda Aceh |
|
|---|
| GEN-A Kolaborasi dengan Lanud SIM, Tampung Aspirasi Remaja OSIS Banda Aceh dan Aceh Besar |
|
|---|
| Ini Pesan Dekan Ushuluddin UIN Ar-Raniry Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-ekspor-ilustrasi-impor-ilustrasi-neraca-perdagangan.jpg)