Senin, 27 April 2026

Berita Langsa 

RSUCM Langsa Gelar Edukasi Pencegahan TBC, Ketahui Gejala dan Cara Penularannya

RSU Cut Meutia Langsa bersama PT Cut Meutia Medika Nusantara menggelar edukasi pencegahan TBC kepada pasien dan pengunjung.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
EDUKASI TBC - Dr Ghaskhan saat memberikan edukasi cara pencegahan dan penanganan serta mengetahui gejalan penyakit TBC di Poliklinik Rawat Jalan RSUCM Langsa, Senin (2/2/2026). Foto Humas RSUCM Langsa 

Ringkasan Berita:
  • RSU Cut Meutia Langsa bersama PT Cut Meutia Medika Nusantara menggelar edukasi pencegahan TBC kepada pasien dan pengunjung.
  • Materi mencakup pengertian TBC, gejala, cara penularan melalui droplet, serta kelompok berisiko tinggi seperti penderita HIV, perokok, dan lansia.
  • Masyarakat diimbau melakukan deteksi dini, menjalani pengobatan tuntas minimal 6 bulan, serta menerapkan langkah pencegahan agar tercapai target Indonesia Bebas TBC 2050.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Langsa bersama PT Cut Meutia Medika Nusantara (CMN) menggelar edukasi kesehatan langsung kepada pasien dan pengunjung di Poliklinik Rawat Jalan RSCM, Senin (2/2/2026).

Kegiatan tersebut adalah wujud komitmen pihak rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit menular. 

Edukasi kesehatan mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC) disampaikan oleh dr Ghaskhan Shah Ghanar, diawali pengertian TBC, gejala yang menyertainya, penyebab, dan cara penularan.

Termasuk langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan pencegahan penyakit TBC yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis," jelas dr Ghaskan. 

Ditambahkannya, penyakit TBC ini bukan penyakit keturunan dan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.

Baca juga: Tuntaskan TBC, Pemko Bersiap Bentuk Tim Percepatan dan Segera Terbitkan Perwal Banda Aceh

Sementara secara medis TBC terbagi menjadi dua jenis, yaitu pertama TBC paru yang menyerang organ paru-paru. 

Lalu kedua, TBC ekstra paru yakni infeksi yang terjadi di luar paru-paru seperti kelenjar getah bening, tulang, dan organ tubuh lainnya.

Penularan TBC bisa terjadi melalui udara, bakteri TBC menyebar lewat percikan droplet yang keluar saat penderita berbicara, batuk, atau bersin. 

"Saat berbicara, seorang pasien TBC dapat menyebarkan sekitar 210 bakteri. Ketika batuk, jumlah bakteri yang tersebar dapat mencapai 3.500," jelasnya. 

Sementara bersin, sambung dr Ghaskhan, berpotensi melepaskan 4.500 hingga satu juta bakteri ke udara. 

Kondisi ini membuat penyakit TBC sangat mudah menular, terutama di lingkungan tertutup dan daerah yang padat kerumunan warga.

Baca juga: Kolaborasi Global, Dokter Paru Aceh Sukses Gelar PIRA X, Hadirkan 2 Pakar Dunia Bahas Penanganan TBC

Gejala TBC perlu diwaspadai sejak dini dan ada beberapa tanda umum yang sering muncul, diantaranya batuk berdahak lebih dari dua minggu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved