Minggu, 17 Mei 2026

Aceh Barat Daya

Petani di Abdya Butuh Jaringan Irigasi Sayap Kanan DI Krueng Susoh

Dalam surat tersebut, petani memiliki luas lahan 1.307 hektare di Kuala Batee dan 697 hektare di wilayah Jeumpa.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
Inilah lokasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Susoh, Aceh Barat Daya. 

 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan hektar lahan sawah petani di Kecamatan Kuala Batee dan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih mengalami kekurangan pasokan air.
  • Pasalnya, jaringan irigasi belum memadai untuk mengalirkan air ke sawah-sawah petani di wilayah setempat.
  • Untuk memaksimalkan pasokan air, para petani meminta pemerintah untuk membangun jaringan irigasi sayap kanan Daerah Irigasi (DI) Krueng Susoh.
 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ribuan hektar lahan sawah petani di Kecamatan Kuala Batee dan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih mengalami kekurangan pasokan air. 

Pasalnya, jaringan irigasi belum memadai untuk mengalirkan air ke sawah-sawah petani di wilayah setempat.

Untuk memaksimalkan pasokan air, para petani meminta pemerintah untuk membangun jaringan irigasi sayap kanan Daerah Irigasi (DI) Krueng Susoh.

Jika jaringan tersebut telah terbangun dengan jarak 27 kilometer dari DI Krueng Susoh, maka pasokan air akan lebih maksimal dan akan meningkatkan hasil panen.

Para petani di wilayah tersebut melalui Imum Mukim juga telah melayangkan surat kepada Bupati Abdya nomor 500/02 tanggal 2 Februari 2026 tentang Permohonan Pembangunan Irigasi Sayap Kanan DI Susoh. 

Dalam surat tersebut, petani memiliki luas lahan 1.307 hektare di Kuala Batee dan 697 hektare di wilayah Jeumpa.

Lahan itu merupakan lahan produktif yang membutuhkan aliran air demi meningkatkan hasil panen, guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut isi surat itu bahwa irigasi teknis yang ada di wilayah setempat telah memadai, namun debit air yang masih kurang mengaliri sawah mereka, sehingga tidak maksimal pada saat proses tanam. 

Bahkan, dikhawatirkan petani akan rentan melakukan alih fungsi lahan.

Terkait permohonan petani di dua wilayah tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi ST, Kamis (5/2/2026) mengatakan bahwa Bupati Abdya Safaruddin telah memerintahkan pihaknya untuk segera berkoordinasi dengan Balai BWS 1 Provinsi Aceh.

"Hasil pantauan kami dilapangan, memang debit air kurang, meski irigasi teknisnya bagus. Terkait hal ini, kita akan segera melakukan koordinasi dengan Balai BWS 1 Provinsi Aceh," pungkas Rahwadi. (*)

Baca juga: Yusmadi Ditunjuk sebagai Plt Dirut PDAM Tirta Mountala

Baca juga: Muspika Jangka Gelar Pra Musrenbang Tematik, Ini Pembahasannya

Baca juga: VIDEO - Wanita Pelaku Rekayasa Begal Uang SPPG di Aceh Utara Ditangkap

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved