Berita Bireuen
Pemkab Bireuen Pastikan Layanan Pendidikan Pascabencana Sudah Normal
Pemkab Bireuen memastikan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor sudah kembali normal sejak 5 Januari 2026.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bireuen memastikan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor sudah kembali normal sejak 5 Januari 2026.
- Sebanyak 208 sekolah terdampak telah dibersihkan, diperbaiki, dan sebagian dialihkan ke meunasah serta tenda darurat untuk sementara.
- Selain pemulihan fisik, pemerintah juga mengutamakan trauma healing bagi siswa dan guru serta berkoordinasi dengan pusat untuk rehabilitasi sekolah.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memastikan bahwa layanan pendidikan di seluruh wilayah terdampak banjir dan tanah longsor telah kembali berjalan normal.
Hingga awal Februari 2026, berbagai langkah cepat telah dilakukan untuk menjamin hak belajar peserta didik tetap terpenuhi pasca bencana besar yang melanda hampir seluruh kecamatan beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bireuen, Dr Muslim, MSi menyampaikan pada Kamis (5/2/2026), bahwa proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak sudah kembali dilaksanakan secara tatap muka sejak 5 Januari 2026.
“Kami berupaya agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar. Sejak awal Januari, kegiatan tatap muka sudah berjalan kembali,” ujarnya.
Muslim menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan kerusakan sekolah, membersihkan ruang belajar, serta menyiapkan langkah darurat agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama.
Meski beberapa sekolah masih terdapat endapan lumpur di lingkungan sekitar, ruang kelas sudah dibersihkan sehingga bisa digunakan kembali.
Baca juga: Mendikdasmen Resmikan 76 Sekolah Revitalisasi di Aceh, Pulihkan Layanan Pendidikan Pascabencana
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, jumlah satuan pendidikan yang terdampak bencana meliputi:
- 132 unit PAUD/TK
- 52 unit Sekolah Dasar (SD)
- 24 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pemkab Bireuen melalui Dinas Pendidikan telah melakukan pembersihan lingkungan sekolah, menyalurkan bantuan perlengkapan belajar, serta melakukan perbaikan ringan pada fasilitas yang rusak.
Untuk sekolah dengan kerusakan parah, sementara waktu kegiatan belajar dipindahkan ke meunasah desa dan tenda darurat.
Baca juga: Pendidikan Pascabencana, Menyelamatkan Generasi Aceh
Prioritas Utama
Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST menegaskan, bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.
“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depannya hanya karena bencana. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan pendidikan tetap berjalan dan fasilitas sekolah segera dipulihkan,” tegasnya.
Selain pemulihan fisik, Pemkab Bireuen juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis peserta didik dan tenaga pendidik.
Program trauma healing difasilitasi oleh guru, relawan, dan pihak terkait untuk membantu siswa kembali bersemangat mengikuti pembelajaran.
layanan pendidikan
pendidikan siswa korban banjir
Pemkab Bireuen
Bireuen
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Kemenkes Bantu 3 Ambulans untuk Tiga Puskesmas Terdampak Bencana di Bireuen |
|
|---|
| Ribuan KK Korban Banjir Bireuen Mulai Terima Dana Stimulan Ekonomi dan Bantuan Perabot |
|
|---|
| Sekda Bireuen Dilantik, M Nasir Sebut Sekda Adalah Komunikator Utama Pemerintahan Daerah |
|
|---|
| Nelayan Kuala Raja Bireuen Dibantu Pengurusan E-Pas Kapal Kecil 1-7 GT |
|
|---|
| Pemkab Tera Ulang Timbangan Pedagang di Gandapura, Begini Maknanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kadisdikbud-Bireuen-Ir-Muslim-MSi.jpg)