Senin, 20 April 2026

Berita Bireuen

Pemkab Bireuen Pastikan Layanan Pendidikan Pascabencana Sudah Normal

Pemkab Bireuen memastikan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor sudah kembali normal sejak 5 Januari 2026.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
LAYANAN PENDIDIKAN - Kadisdikbud Bireuen, Ir Muslim, MSi menyatakan, bahwa layanan pendidikan pascabencana di Bireuen sudah normal kembali. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bireuen memastikan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor sudah kembali normal sejak 5 Januari 2026.
  • Sebanyak 208 sekolah terdampak telah dibersihkan, diperbaiki, dan sebagian dialihkan ke meunasah serta tenda darurat untuk sementara.
  • Selain pemulihan fisik, pemerintah juga mengutamakan trauma healing bagi siswa dan guru serta berkoordinasi dengan pusat untuk rehabilitasi sekolah.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memastikan bahwa layanan pendidikan di seluruh wilayah terdampak banjir dan tanah longsor telah kembali berjalan normal. 

Hingga awal Februari 2026, berbagai langkah cepat telah dilakukan untuk menjamin hak belajar peserta didik tetap terpenuhi pasca bencana besar yang melanda hampir seluruh kecamatan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bireuen, Dr Muslim, MSi menyampaikan pada Kamis (5/2/2026), bahwa proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak sudah kembali dilaksanakan secara tatap muka sejak 5 Januari 2026. 

“Kami berupaya agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar. Sejak awal Januari, kegiatan tatap muka sudah berjalan kembali,” ujarnya.

Muslim menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan kerusakan sekolah, membersihkan ruang belajar, serta menyiapkan langkah darurat agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama.

Meski beberapa sekolah masih terdapat endapan lumpur di lingkungan sekitar, ruang kelas sudah dibersihkan sehingga bisa digunakan kembali.

Baca juga: Mendikdasmen Resmikan 76 Sekolah Revitalisasi di Aceh, Pulihkan Layanan Pendidikan Pascabencana

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, jumlah satuan pendidikan yang terdampak bencana meliputi:

  • 132 unit PAUD/TK
  • 52 unit Sekolah Dasar (SD)
  • 24 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Pemkab Bireuen melalui Dinas Pendidikan telah melakukan pembersihan lingkungan sekolah, menyalurkan bantuan perlengkapan belajar, serta melakukan perbaikan ringan pada fasilitas yang rusak. 

Untuk sekolah dengan kerusakan parah, sementara waktu kegiatan belajar dipindahkan ke meunasah desa dan tenda darurat.

Baca juga: Pendidikan Pascabencana, Menyelamatkan Generasi Aceh

Prioritas Utama

Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST menegaskan, bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. 

“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depannya hanya karena bencana. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan pendidikan tetap berjalan dan fasilitas sekolah segera dipulihkan,” tegasnya.

Selain pemulihan fisik, Pemkab Bireuen juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis peserta didik dan tenaga pendidik. 

Program trauma healing difasilitasi oleh guru, relawan, dan pihak terkait untuk membantu siswa kembali bersemangat mengikuti pembelajaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved