Jumat, 24 April 2026

Stok Sapi untuk Meugang di Aceh Timur Aman di Tengah Duka Pascabanjir

Tradisi meugang Ramadhan 1447 H di Aceh Timur dipastikan tetap berjalan lancar meski daerah baru dilanda banjir.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Maulidi Alfata
SAPI MEUGANG - Sapi warga Idi Rayeuk, Aceh Timur berada di dalam kandang usai diberi makan. Sapi yang dibeli di pasar hewan Idi Rayeuk itu pada Sabtu (7/2/2026), dipersiapkan untuk meugang. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi meugang Ramadhan 1447 H di Aceh Timur dipastikan tetap berjalan lancar meski daerah baru dilanda banjir.
  • Disbunnak Aceh Timur menjamin stok sapi dan kerbau siap potong mencapai 988 ekor, cukup untuk kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi agar pasokan merata ke pasar tradisional dan harga tetap stabil.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Tradisi meugang menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, di Kabupaten Aceh Timur dipastikan tetap berjalan dengan lancar. 

Meski sektor peternakan setempat baru saja dihantam bencana alam, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Timur menjamin ketersediaan hewan ternak bagi masyarakat tetap mencukupi.

Berdasarkan data terbaru, stok sapi dan kerbau yang siap potong untuk momentum sakral ini mencapai 988 ekor. 

Angka ini muncul sebagai angin segar di tengah keprihatinan masyarakat setelah bencana hidrometeorologi (banjir) melanda kawasan tersebut dua bulan lalu.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Timur, Murdhani menjelaskan, bahwa kondisi ini terbilang cukup menantang. 

Pasalnya, jumlah ternak yang tersedia saat ini justru lebih sedikit dibandingkan jumlah ternak yang mati akibat banjir besar beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Jelang Meugang, Ternak di Lhokseumawe Dipastikan Bebas Penyakit

Disbunnak mencatat sebanyak 1.122 ekor sapi dan kerbau milik warga mati terendam banjir karena peternak tidak sempat mengevakuasi hewan mereka saat air naik dengan cepat.

"Data yang kami punya, tercatat ketersediaan dapi dan kerbau untuk Meugang jumlahnya mencukupi, sebanyak 988 ekor,” ujar Murdhani. 

“Dan stok itu semua berasal dari dalam daerah," tuturnya.

Meskipun kehilangan ribuan ekor ternak adalah pukulan telak bagi peternak lokal, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi.  

Memaksimalkan sisa populasi ternak yang sehat dan siap potong di kecamatan-kecamatan yang tidak terdampak parah.

"Kami juga memastikan pasokan tersebar merata ke pasar-pasar tradisional di Aceh Timur," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Aceh Terus Berupaya Penuhi Kebutuhan Daging untuk Meugang Pascabencana

Ia melanjutkan, jika permintaan melonjak di luar prediksi, pemerintah membuka peluang dukungan pasokan dari daerah tetangga untuk menjaga kestabilan harga.(*) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved