Rabu, 27 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Harga Cabai Meroket di Aceh Tamiang, Daya Beli Warga Merosot pasca Bencana

Harga cabai di Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang naik tajam pasca bencana, dengan cabai merah mencapai Rp30.000–Rp35.000 per kilogram.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
HARGA CABAI - Harga cabai di Aceh Tamiang mulai naik, namun daya beli turun. 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai di Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang naik tajam pasca bencana, dengan cabai merah mencapai Rp30.000–Rp35.000 per kilogram.
  • Kenaikan juga terjadi pada cabai hijau, rawit, caplak, serta bawang merah dan bawang putih.
  • Meski pasokan tersedia, daya beli masyarakat masih rendah karena kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Harga cabai dan sejumlah kebutuhan dapur di Pasar Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang mengalami kenaikan lebih dari dua bulan setelah bencana melanda wilayah ini.

Meroketnya harga kebutuhan pangan ini berbanding terbalik dengan daya beli masyarakat yang merosot tajam.

Heri, pedagang cabai di Pasar Kualasimpang, mengatakan harga cabai merah kini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Naik dari sebelumnya sekitar Rp28.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas cabai.

“Cabai merah sekarang bervariasi, ada yang Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilo,” kata Heri, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, harga cabai hijau juga mengalami kenaikan dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. 

Sementara itu, cabai rawit dijual dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram, dan cabai caplak mencapai Rp55.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Abdya Tembus Rp 80 Ribu Per Kg, Segini Harga Bahan Pokok Lainnya

Kenaikan harga juga terjadi pada komod itas bawang. 

Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp30.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.

Sedangkan bawang putih berada di harga Rp35.000 per kilogram. 

Untuk sayuran lain, harga tomat dan kentang masing-masing tercatat Rp12.000 per kilogram.

Meski pasokan masih tersedia, Heri mengatakan jumlah pembeli belum kembali normal. 

Menurutnya, kondisi ekonomi warga di kampung-kampung sekitar Kualasimpang masih terdampak bencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved