Kamis, 21 Mei 2026

Demo di DPRK Aceh Singkil

Massa Desak Penegak Hukum Periksa Bantuan Presiden Rp 1,7 Miliar di Dinas Pendidikan Aceh Singkil 

"Mendesak DPRK Aceh Singkil merekomendasikan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan investigasi menyeluruh terhadap kebijakan...

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
MASSA UNJUK RASA: Massa saat melakukan unjuk rasa di kantor DPRK Aceh Singkil, kawasan Kampung Baru, Singkil Utara, Senin (9/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil bersama masyarakat melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Singkil, Senin (9/2/2026). Mereka menuntut penyelidikan atas dugaan penyimpangan penggunaan bantuan presiden Rp 4 miliar untuk penanganan bencana.
  • Dana Rp 1,7 miliar di Dinas Pendidikan digunakan membeli seragam sekolah, namun kualitas dan ukuran seragam dinilai tidak layak, bahkan diduga barang lama.
  • Massa menilai bantuan tidak transparan dan berpotensi menjadi lahan bancakan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Massa yang menamakan diri Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil, melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK setempat, di Kampung Baru, Singkil Utara, Senin (9/2/2026).

Dalam orasinya massa mendesak DPRK Aceh Singkil merekomendasikan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan investigasi menyeluruh terhadap kebijakan penyimpangan dalam penggunaan bantuan persiden.

Bantuan presiden senilai Rp 4 miliar tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, yang tekana bencana hidrometeorologi. 

Massa mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan lantan bantuan persiden senilai Rp 4 miliar dinilai tak transparan dan disinyalir menjadi lahan bacakan.

Lebih-lebih bantuan tersebut untuk penanganan bencana, semestinya tidak boleh sedikitpun diselewengkan.

"Mendesak DPRK Aceh Singkil merekomendasikan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan investigasi menyeluruh terhadap kebijakan penyimpangan dalam penggunaan bantuan persiden senilai Rp 4 miliar," kata M Yunus orator unjuk rasa. 

Salah satu yang disoal demonstran adalah dana bantuan senilai Rp 1,7 miliar dari total bantuan presiden Rp 4 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil. 

Bantuan tersebut kata demonstran diguna untuk membeli seragam anak sekolah. 

Namun, anehnya pembelian seragam dilakukan secara serampangan.

Terbukti ukuran seragam tidak sesuai dengan tubuh anak sekolah yang menerima bantuan. 

"Pakaian dan sepatu yang dibeli ukurannya kecil, ketika dipakai tidak bisa dikancingkan. Kami menduga barang lama," teriak massa. 

Massa menegaskan DPRK Aceh Singkil, tidak perlu takut untuk melakukan pengawasan sesuai fungsinya. 

Sebab mahasiswa, pemuda dan masyarakat siap mendukung demi tegaknya keadilan dan tercapainya kemajuan Aceh Singkil. 

Pada bagian lain orasinya massa juga menuntut dewan melakukan pemakzulan terhadap bupati. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved