Tegaskan Disiplin Pegawai di RSUD-TP, Bupati Abdya Safaruddin: Jangan Coba-coba Andalkan Backing
Menurut Safaruddin, RSUD-TP Abdya memiliki prospek besar sebagai pusat rujukan di wilayah barat selatan Aceh.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan bahwa kedisiplinan dan profesionalisme merupakan kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.
- Ia juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar tidak mengandalkan “backing” atau kedekatan dengan pihak tertentu dalam menjalankan tugas.
- Ia menilai perbedaan pilihan politik sebelumnya tidak seharusnya memengaruhi kinerja pelayanan kepada masyarakat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan bahwa kedisiplinan dan profesionalisme merupakan kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar tidak mengandalkan “backing” atau kedekatan dengan pihak tertentu dalam menjalankan tugas.
Penegasan tersebut disampaikan Safaruddin saat memimpin Apel Kedisiplinan Pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Abdya, Kamis (12/2/2026).
“Jangan coba-coba andalkan backing dengan saya, apalagi soal pelayanan kesehatan. Yang saya butuhkan adalah kedisiplinan saudara-saudara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal,” tegasnya.
Dalam arahannya, Safaruddin menyinggung masih adanya persoalan sosial dan emosional di lingkungan RSUD-TP pasca Pilkada.
Ia menilai perbedaan pilihan politik sebelumnya tidak seharusnya memengaruhi kinerja pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Tinjau Arus Lalu Lintas Pasar Blangpidie, Dishub Abdya Larang Pedagang Jualan di Bahu Jalan
“Yang beda pilihan kemarin, mungkin masih merasa saya ini lebih buruk dari calon yang didukung, sehingga berusaha oposisi. Hari ini, suka tidak suka, saya adalah bupati masyarakat Abdya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak mempersoalkan perbedaan tersebut.
Menurutnya, yang lebih penting adalah seluruh manajemen, staf, dan pegawai rumah sakit menjalankan tanggung jawab sebagai tenaga medis secara profesional.
“Kalian disumpah, menerima gaji dan jasa pelayanan. Sudah seharusnya itu dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pemerintah, tapi juga kepada Allah,” katanya.
Safaruddin juga menyampaikan bahwa secara aturan, evaluasi terhadap pegawai, termasuk PPPK paruh waktu, bisa saja dilakukan.
Namun ia memilih tidak menggunakan kewenangan tersebut secara sepihak.
“Kalau mau, PPPK paruh waktu bisa saya evaluasi. Yang tidak mendukung saya bisa saja tidak saya berikan SK-nya. Tapi saya tidak melakukan itu, karena saya tahu kalian sudah mengabdi untuk daerah ini,” tambahnya.
Baca juga: 412 Ekor Sapi dan Kerbau Disiapkan untuk Disembelih Pada Meugang Ramadhan 1447 H di Abdya
| Sikapi Kelangkaan BBM untuk Traktor, Kadis Pertanian Abdya: Segera Teratasi |
|
|---|
| PDPM Abdya Minta Pemerintah Atasi Kesulitan BBM untuk Traktor |
|
|---|
| Peusijuek Kacabdisdik Baru Abdya, Para Kepala SMA Sederajat Siap Satu Visi |
|
|---|
| UPDATE Harga Emas di Aceh 15 Mei 2026: Lhokseumawe Turun, Langsa & Aceh Timur Kokoh di Rp8 Jutaan |
|
|---|
| PDPM Abdya Desak Satuan Pendidikan Evaluasi Kepengurusan Komite Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Safaruddin-saat-pimpin-Apel-Disiplin-Pegawai-di-RSUD-TP.jpg)