Minggu, 26 April 2026

Berita Lhokseumawe

Mahasiswa KKN Unimal Dorong Pengembangan UMKM Keukarah di Kuala Lhokseumawe

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 56 melaksanakan program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Meneng

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
KKN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 56 melaksanakan program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, baru-baru ini. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 56 menjalankan program pengembangan UMKM di Desa Kuala, Blang Mangat, Lhokseumawe, dengan fokus pada produk lokal kue keukarah.
  • Pendampingan meliputi pembuatan logo, desain kemasan lebih menarik dan higienis, strategi promosi langsung dan digital, pemetaan lokasi usaha, serta pembukuan sederhana.
  • Pelaku UMKM mengaku terbantu, mahasiswa berharap inovasi kemasan, promosi, dan manajemen usaha dapat meningkatkan daya saing serta memperluas pemasaran kue keukarah.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 56 melaksanakan program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan produk lokal berupa kue keukarah.

Salah satu kuliner tradisional khas Aceh yang menjadi usaha rumahan masyarakat setempat dan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, jika dikelola optimal.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha desa agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembuatan identitas usaha berupa logo.

Kemudian perancangan desain kemasan yang lebih menarik dan higienis, penyusunan strategi promosi baik secara langsung maupun digital, hingga pemetaan lokasi usaha menggunakan platform digital agar mudah ditemukan konsumen.

Baca juga: BBPOM Aceh Gelar Forum Konsultasi Publik Terkait Pengawasan Obat & Makanan

Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan metode pembukuan sederhana kepada pelaku usaha agar proses pencatatan pemasukan dan pengeluaran dapat dilakukan secara lebih tertib dan terstruktur. 

Langkah ini dinilai penting untuk membantu pelaku UMKM memahami kondisi keuangan usaha mereka sehingga dapat merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Pelaku UMKM kue keukarah di Desa Kuala, Basyariah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian serta pendampingan yang diberikan mahasiswa.

Ia mengaku terbantu dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan, terutama dalam hal tampilan produk dan cara memasarkan usaha.

“Saya bahagia dan sangat senang. Kehadiran mahasiswa KKN ini benar-benar membantu usaha keukarah yang saya kelola, terutama dalam hal kemasan dan promosi.

Produk saya sekarang terlihat lebih menarik dan lebih dikenal orang,” ujarnya.

Baca juga: Mitigasi Konflik, 79,92 Km Kawat Kejut Gajah Segera Dibangun di Aceh Timur

Penanggung jawab program kerja, Nita Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil observasi potensi desa yang menunjukkan bahwa kue keukarah merupakan salah satu produk unggulan masyarakat yang layak dikembangkan. 

Menurutnya, penguatan UMKM lokal merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga keberlangsungan kuliner tradisional daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved