Kamis, 16 April 2026

Berita Banda Aceh

Bantuan Meugang Presiden Harus Berupa Daging, tak Boleh Berbentuk Uang

Menjelang Ramadhan 1447 H, Pemerintah Aceh menegaskan Bantuan Meugang Presiden wajib disalurkan dalam bentuk daging sapi, bukan uang tunai.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
SAPI MEUGANG - Menteri Dalam Negeri TIto Karnavian menyerahkan sapi meugang untuk korban banjir kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Jumat (13/2/2026). Pemerintah menegaskan bantuan meugang harus berupa daging sapi, bukan berbentuk uang. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfanzi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Aceh menegaskan bahwa bantuan meugang dari Presiden harus disalurkan dalam bentuk daging sapi, bukan uang tunai.

Kebijakan ini bukan sekadar teknis distribusi, melainkan bagian dari upaya menjaga tradisi meugang yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Aceh.

Untuk diketahui, meugang adalah tradisi menyembelih hewan, biasanya sapi atau kerbau untuk dibagikan dan dinikmati bersama keluarga serta masyarakat menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi ini bukan hanya soal konsumsi daging, tetapi simbol kebersamaan, solidaritas, dan penghormatan terhadap nilai budaya Aceh.

Dengan menyalurkan bantuan dalam bentuk daging, pemerintah memastikan masyarakat benar-benar merasakan esensi meugang, bukan sekadar menerima uang yang bisa dialihkan untuk kebutuhan lain.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian telah mengeluarkan surat resmi Nomor: 400.6/848/SJ, 12 Februari 2026 yang menegaskan mekanisme penyaluran bantuan.

Bupati dan wali kota diminta membeli sapi lokal melalui SKPD terkait, sehingga selain memenuhi kebutuhan masyarakat, kebijakan ini juga mendukung peternak lokal.

Proses pembelian dapat dilakukan melalui perubahan penjabaran APBK dan cukup dilaporkan kepada DPRK, sehingga tidak menghambat distribusi.

Penegasan Pemerintah Aceh

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA menekankan bahwa bantuan wajib berupa daging yang sudah dipotong, bukan uang tunai.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem meminta bupati dan Forkopimda mendampingi pelaksanaan di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan keuchik di gampong agar distribusi tepat sasaran.

Pemerintah Aceh juga menekankan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh dalam pelaksanaan, mengingat bantuan ini merupakan bagian dari pemulihan sosial pasca berbagai bencana.

Efek di Masyarakat

Program bantuan meugang untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut diyakini memberikan efek positif di kalangan masyarakat.

Di antaranya adalah:

  • Ekonomi lokal: Kebijakan ini mendorong perputaran ekonomi di tingkat daerah karena sapi dibeli dari peternak lokal.
  • Kesejahteraan masyarakat: Dengan distribusi daging, masyarakat penerima dapat langsung merasakan manfaat nyata menjelang Ramadhan.
  • Budaya terjaga: Tradisi meugang di masyarakat Aceh tetap hidup dan tidak bergeser menjadi sekadar bantuan finansial.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved