Feature
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah
AWALNYA hanya lubang kecil di pinggir kebun warga. retakan tanah itu kelak berubah menjadi ngarai raksasa seluas lebih dari tiga hektare
Fenomena ini dikenal sebagai pembajakan sungai. Di mana salah satu sungai akan mati karena alirannya berbelok, bergabung dengan sungai lain yang secara hidrologi lebih efisien dalam membawa air dan sedimen karena memiliki lereng aliran yang lebih besar.
Relokasi Jadi Pilihan
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum bersama tim akademisi Universitas Syiah Kuala masih melakukan kajian teknis. Namun pengendalian fenomena alam ini bukan perkara mudah. “Pengendaliannya sebagaimana di Sungai Mississippi membutuhkan biaya yang sangat besar,” ucap Salahuddin.
Karena itu, Salahuddin menyebut tiga langkah paling realistis, yaitu membiarkan proses erosi berlangsung, menutup jalan Ketol-Pante Raya dan mengalihkan arus kendaraan, serta merelokasi rumah warga terdampak.
Ngarai itu ternyata belum berhenti tumbuh. Warga hanya bisa menunggu dengan cemas, sambil berharap rumah mereka tidak menjadi korban berikutnya.(kompas.com/**)
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah
Fenomena Lubang Raksasa
Fenomena Alam
Berita Aceh Tengah
Kecamatan Ketol
cerita rakyat Ketol
Kampung Pondok Balik
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Kisah Perjalanan Haji Alfaruq, Jamaah Termuda yang Berhaji Gantikan Ayah |
|
|---|
| Kapolresta Temui Mualem di H-1, Cerita di Balik Pencabutan Pergub tentang JKA |
|
|---|
| Rina Suryani Oktari, Perempuan Pertama Wakil Rektor USK |
|
|---|
| Rita Novita, Raih Profesor di Usia Muda |
|
|---|
| Fenomena Langka, Gumpalan Awan Turun ke Permukaan Tanah di Pidie |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Lubang-sekitar-2000-meter-terbentuk-di-Kecamatan-Ketol-Aceh-Tengah.jpg)