Rabu, 13 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pesawat Simulasi Haji di Asrama Haji Banda Aceh Diresmikan, Dihadiri Wagub

‎Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
PESAWAT SIMULASI HAJI - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, didampingi kepala SKPA terkait, menghadiri acara penyerahan ‘mock-up’ pesawat terbang atau pesawat simulasi haji kepada Asrama Haji Provinsi Aceh di Banda Aceh, Minggu (15/2/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Wagub Aceh Fadhlullah menghadiri peresmian pesawat simulasi haji berbadan pesawat asli dan Gedung A2 Grand Misfalah SBSN 2025 di Asrama Haji Aceh, diresmikan Wamenhaj Dahnil Anzar.
  • Pesawat simulasi disebut wahana manasik pertama di Indonesia berbasis pesawat asli, sementara gedung baru memperkuat kapasitas pemondokan jemaah dengan fasilitas lebih nyaman.
  • Fadhlullah meminta penyesuaian harga tiket Aceh–Jakarta, pembukaan rute Banda Aceh–Medan, dan penerbangan langsung umrah Aceh–Arab Saudi.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah SE, menghadiri peresmian pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, di Banda Aceh, Minggu (15/2/2026).

‎Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.

Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda Aceh, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

‎Dalam sambutannya, Wagub Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan dalam peningkatan fasilitas pelayanan haji di Aceh.

Ia menegaskan, kehadiran pesawat simulasi dan Gedung A2 itu merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dari Aceh.

‎‎“Pesawat ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi jemaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan,” ujar Fadhlullah.

FOTO BERSAMA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dan sejumlah pejabat berfoto bersama usai peresmian pesawat, Minggu (15/3/2026). 
FOTO BERSAMA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dan sejumlah pejabat berfoto bersama usai peresmian pesawat, Minggu (15/3/2026).  (Serambinews.com/Muhammad Nasir)

Baca juga: Pesawat Garuda di Asrama Haji Aceh Diresmikan, Wamenhaj: Penghormatan untuk Rakyat Aceh

‎Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan teknis dan mental jemaah sebelum keberangkatan ke tanah suci (Makkah dan Madinah).

Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemondokan dengan standar layanan yang lebih baik dan nyaman.

‎Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Aceh juga mengaitkan kehadiran pesawat simulasi dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia mengingatkan kembali peran penting Aceh pada masa Agresi Militer Belanda tahun 1947 dan 1948, ketika wilayah Aceh menjadi salah satu daerah yang tidak berhasil diduduki kembali oleh Belanda.

‎Fadhlullah turut menyinggung kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 16 Juni 1948, saat menyerukan penggalangan dana untuk pembelian pesawat guna mendukung perjuangan Republik Indonesia yang tengah diblokade.

Seruan tersebut disambut antusias para saudagar Aceh yang tergabung dalam Gasida (Gabungan Saudagar Aceh) bersama masyarakat Aceh, hingga berhasil mengumpulkan dana sebesar 120.000 dolar Malaya dan emas seberat 20 kilogram.

Baca juga: Wagub Ungkap Tujuan Penempatan Pesawat Boeing 737 di Asrama Haji Aceh

‎Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli pesawat Dakota DC-3 yang menjadi cikal bakal Indonesian Airways, yang selanjutnya berkembang menjadi Garuda Indonesia.

Pesawat itu dikenal dengan nama Seulawah RI 001 dan menjadi simbol solidaritas rakyat Aceh bagi keberlangsungan nasib Republik Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved