Sabtu, 18 April 2026

Banjir Landa Aceh

Tiga Bulan Pascabanjir, Ribuan Rumah Masih Tertimbun Lumpur

Ribuan rumah di Pijay masih tertimbun lumpur banjir bandang dan longsor hampir tiga bulan pascabencana akhir November 2025.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI TIMUR EDISI RABU 20260218 
Ringkasan Berita:
  • Ribuan rumah di Pijay masih tertimbun lumpur banjir bandang dan longsor hampir tiga bulan pascabencana akhir November 2025.
  • Gampong Meunasah Lhok, Beurawang, Kecamatan Meureudu, dan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, menemukan lumpur masih menimbun ribuan rumah warga.
  • Pemkab sudah menyerahkan 245 ekor sapi bantuan Presiden Prabowo kepada warga yang berdampak banjir bandang. Penyaluran sapi bantuan untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Rumah tertimbun lumpur masih banyak yang masuk katagori rusak berat. Sementara yang rusak ringan sudah dibersihkan warga, dan sebagian kini ditempati. SIBRAL MALASYI, Bupati Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ribuan rumah di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) masih tertimbun lumpur banjir bandang dan longsor hampir tiga bulan pascabencana akhir November 2025. Sehingga, saat ini sebagian warga tinggal di tenda pengungsian, menumpang di rumah saudara, dan menempati hunian sementara (huntara).

Pantauan Serambi, Senin (16/2/2026),   di Gampong Meunasah Lhok, Beurawang, Kecamatan Meureudu, dan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, menemukan lumpur masih menimbun ribuan rumah warga. 

Bahkan, di Dusun Pante, Gampong Meunasah Lhok gundukan tanah banjir masih menutupi rumah. Selain itu, kayu gelondongan masih berserakan di halaman warga. 

Kayu bulat itu masih dibersihkan menggunakan alat berat. Badan jalan  menuju Sekolah Islam Terpadu Annur Pidie Jaya, yang kini kembali berubah menjadi alur sungai. 

Jalan itu sudah pernah dilakukan normalisasi dengan meletakkan tanah untuk membendung air sungai. Tapi, timbunan itu malah terbawa banjir susulan pada Ahad (15/2/2026) malam. 

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi kepada Serambi, Senin (16/2/2026), mengatakan, saat ini masih banyak rumah warga tertimbun lumpur banjir yang belum selesai dibersihkan. Tanah lumpur itu belum semua dibersihkan karena terbatas alat dan tidak diketahui mau dibuang kemana.

" Rumah tertimbun lumpur masih banyak yang masuk katagori rusak berat. Sementara yang rusak ringan sudah dibersihkan warga, dan sebagian telah ditempati," kata Sibral Malasyi saat penyaluran sapi kurban di Kantor Camat Meureudu. 

Di sisi lain, kata Bupati Pidie Jaya,  untuk jumlah pengungsi sesuai data awal berjumlah 23.000. Namun, jumlahnya berkurang mengingat sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing. Selain itu, pengungsi sudah menempati huntara. Sehingga jumlah pengungsi sekarang menyisakan ribuan. (naz)

245 Ekor Sapi

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi menyebutkan, Pemkab sudah menyerahkan 245 ekor sapi bantuan Presiden Prabowo kepada warga yang berdampak banjir bandang. Penyaluran sapi bantuan untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Ia menyebutkan, penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Trienggadeng, Panteraja, Bandar Dua, Ulim dan Bandar Baru.

Penyaluran itu berpedoman pada Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor 400.6/848/SJ tanggal 12 Februari 2026 tentang Penggunaan Bantuan Presiden untuk Meugang Menjelang Ramadhan 2026.

" Total bantuan yang diterima Pemkab Pidie Jaya mencapai Rp 4,9 miliar dengan membeli sapi.  Jumlah sapi dibeli 245 ekor, untuk diserahkan kepada gampong terdampak banjir bandang,” sebutnya. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved