Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Mahasiswa USK Hidupkan Sentra Moringa Rambong Payong Lewat Inovasi Riset

Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala atau USK melalui Program Mahasiswa Berdampak hadir memulihkan kebun, fasilitas produksi, sekaligus

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
ALAT PRODUKSI MORINGA - Pembimbing Program Mahasiswa Berdampak dari Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Dra Sulastri MSi menyerahkan alat produksi moringa (daun kelor) untuk diolah menjadi aneka teh kelor serta bantuan lainnya kepada pimpinan Gampong Rambong Payong, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sentra moringa Rambong Payong bangkit setelah rusak akibat banjir siklon Senyar pada akhir November 2025.
  • Sebanyak 50 mahasiswa USK memulihkan kebun, memperbaiki ruang produksi, serta mendampingi manajemen usaha BUMG.
  • Produk Chie Jebs kini memiliki empat varian: original, pandan, rosella, dan jahe sebagai hasil pengembangan berbasis riset.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sentra herba moringa (daun kelor) di Gampong Rambong Payong, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, yang sempat lumpuh akibat banjir siklon Senyar akhir November lalu, kini kembali bangkit.

Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala atau USK melalui Program Mahasiswa Berdampak hadir memulihkan kebun, fasilitas produksi, sekaligus memperkuat inovasi produk berbasis riset di desa ini.

Sejak 2022, Rambong Payong telah memproduksi herba kering moringa celup bermerek Chie Jebs dengan kandungan moringa 100 persen.

Produk ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat.

Namun, bencana banjir merusak kebun moringa (kelor) dan peralatan produksinya, sehingga aktivitas usaha terhenti.

Mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik, Pendidikan Kimia FKIP, Teknik Pertanian Fakultas Pertanian, serta Manajemen FEB USK melakukan pendampingan terpadu di desa ini.

Baca juga: UNBP Raih Serambi Ekraf Awards, Sulap Daun Kelor dan Tongkol Jadi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting

Mereka membersihkan dan menata ulang kebun, melakukan peremajaan tanaman, memperbaiki ruang produksi, serta mendampingi penguatan manajemen usaha.

Tidak hanya menghidupkan kembali varian original, mahasiswa juga mengimplementasikan hasil riset dosen dengan menghadirkan tiga varian baru: moringa pandan, moringa rosella, dan moringa jahe.

Kini, BUMG Rambong Payong memiliki empat varian herba moringa celup siap saji yang lebih variatif dan bernilai tambah.

Pengembangan ini merupakan kelanjutan riset yang dimulai sejak 2022 melalui Program Penelitian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), saat sepuluh mahasiswa Pendidikan Kimia USK ditempatkan di Rambong Payong selama satu bulan.

Sepulang dari kegiatan tersebut, riset dilanjutkan untuk mengkaji kandungan antioksidan, daya simpan, serta potensi pengembangan varian baru berbasis bahan alami lokal.

Program Mahasiswa Berdampak ini dibimbing oleh Dr Dra Sulastri MSi, Prof Dr Ichwana MSi, Prof Dr Nasrul ST, MT, dan Dr Teuku Meldi Kesuma SE, MM.

Baca juga: Deretan Manfaat Daun Kelor unutk Kesehatan, Bantu Turunkan Gula Darah hingga Cegah Batu Ginjal

Pendampingan dilakukan secara terstruktur agar pemulihan usaha tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.

Ketua tim pembimbing, Dr Sulastri menegaskan bahwa kolaborasi kampus dan masyarakat adalah kunci penguatan ekonomi lokal berbasis riset.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved