Minggu, 10 Mei 2026

Berita Bireuen

Komitmen Huntap Diteken, Harapan Baru menyeruak dari Alue Kuta dan Kuala Ceurape

Banjir bandang di Desa Alue Kuta dan Kuala Ceurape merusak ratusan rumah, membuat 356 jiwa dari 80 KK masih bertahan di hunian sementara.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
KORBAN BANJIR - Para korban banjir di Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen berada di hunian sementara bantuan berbagai pihak dalam Kompleks Dayah Istiqamah, Dusun Matang Pasi, Alue Kuta. 

Keuchik Alue Kuta, Habibullah menyebutkan, bahwa saat ini masih ada 45 kepala keluarga (KK) yang mengungsi.

“Sebanyak 35 KK tinggal di hunian bantuan di Kompleks Dayah Istiqamah, sementara 10 KK lainnya menumpang di rumah keluarga atau tetangga,” kata Keuchik Habibullah.

“Semua korban rumah hilang dan rusak sudah terdata, dan mereka akan menjadi penerima Huntap,” ujarnya.

Bupati Mukhlis menegaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu. 

“Kami ingin kawasan Huntap ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal,”tukas Bupati.

“Kolaborasi ini adalah kunci agar masyarakat penyintas banjir segera memiliki kehidupan yang stabil,” katanya.

Baca juga: Di Kuala Ceurape- Bireuen, Banjir Bandang Rusak Puluhan Rumah, Tambak dan Sawah Tertimbun Lumpur

Bagi warga yang kehilangan rumah, pembangunan Huntap bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga simbol kepastian hidup.

Dengan adanya rumah layak dan sertifikat kepemilikan, mereka bisa kembali menata masa depan tanpa dihantui rasa waswas.

Lebih dari itu, konsep gotong royong diyakini akan memperkuat solidaritas sosial. 

Warga tidak hanya menerima rumah, tetapi juga ikut membangun, sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap hunian baru.

Pembangunan Huntap di Alue Kuta dan Kuala Ceurape menjadi bukti bahwa pemulihan pasca bencana membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.

Baca juga: Jalan Terobos Salah Sirong Jaya, Bireuen Perlu Penanganan Lanjutan

Dari reruntuhan rumah yang hilang, kini lahir harapan baru: hunian yang lebih layak, aman, dan tangguh menghadapi bencana di masa depan.(yusmandin)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved