Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Cahaya Aceh

Tempati Lahan Eks Pasar Aceh, Peukan Raya Ramadan akan Sediakan Ragam Kuliner

Tak hanya kuliner, pada ajang ini juga akan dihadirkan produk-produk lainnya, untuk menjawab kebutuhan warga menyambut lebaran Idul Fitri.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Muhammad Nasir
LOKASI ACARA - eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS) yang sudah dibersihkan akan menjadi area pelaksanaan Peukan Raya Ramadan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Banda Aceh akan menggelar Peukan Raya Ramadhan 1447 H pada 27 Februari–13 Maret 2026 di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS).
  • Acara berlangsung selama 15 hari, menghadirkan ragam kuliner, kudapan berbuka, serta produk kebutuhan Idul Fitri.
  • Festival dibagi dalam tiga kategori: Peukan Raseuki, Peukan Khanduri, dan Peukan Silaturahmi.
  • Wali Kota Banda Aceh menyebut acara ini sebagai inisiatif strategis pemulihan ekonomi pascabencana dan penguatan ekosistem usaha warga.

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ragam kuliner dan kudapan untuk berbuka puasa akan hadir pada gelaran Peukan Raya Ramadhan 1447 H.

Tak hanya kuliner, pada ajang ini juga akan dihadirkan produk-produk lainnya, untuk menjawab kebutuhan warga menyambut lebaran Idul Fitri.

Even itu akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh pada 27 Februari-13 Maret 2026 mendatang.

Lokasi even ini akan menempati eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS) yang sudah clean and clear pascapembongkaran.

Peukan Raya Ramadan akan berlangsung selama 15 hari.

Sehingga membuka peluang besar untuk pelaku usaha meraup rezeki dan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati sajiannya dengan lebih lama.

Peukan Raya Ramadhan tahun ini dibagi ke dalam tiga kategori zona dan aktivas, yaitu Peukan Raseuki, Peukan Khanduri, dan Peukan Silaturahmi.

Peukan Raseuki merupakan serangkaian kegiatan niaga yang berlangsung di dua zona utama: Peukan Takjil dan Peukan Raya (UMKM kuliner dan non kuliner yang menawarkan aneka produk kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya).

Kemudian Peukan Khanduri berisi rangkaian atraksi dan festival budaya, seperti Tradisi Teumok Khanduri Ramadhan (berbagi takjil langsung dari belanga), Kolaborasi Dzikir Dalael & Tarian Sufi, Kolaborasi Nasyid & Perkusi Nusantara, dan Atraksi Budaya.

Dan yang tak kalah menarik Peukan Silaturahmi, berupa rangkaian kegiatan kreatif-kolaboratif yang menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung dalam bentuk pertunjukkan, games dan obrolan ringan yang menjadi aktivitas “ngabuburit” menarik setiap harinya.

Baca juga: Pemko Ajak Warga Banda Aceh ke Peukan Raya Ramadhan, Sediakan 100 Los Pameran Gratis ke UMKM Kuliner

Percepatan Pemulihan Ekonomi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, Peukan Raya Ramadhan sebagai inisiatif strategis baru dalam percepatan pemulihan ekonomi pascabencana, serta penguatan ekosistem usaha masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan.

Diselenggarakan di bekas lahan  Pasar Aceh lama, menurut Illiza, program ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat dengan menghimpun pedagang takjil dan UMKM dalam satu ruang niaga terintegrasi di jantung kota.

“Peukan Raya Ramadhan merupakan festival ekonomi berbasis masyarakat yang diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mengusung semangat Khanduri-Raseuki-Silaturahmi. Acara ini sebagai perayaan Ramadhan yang mengintegrasikan budaya lokal dengan penguatan ekonomi umat,” ujar Illiza.(*)

 

 

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved