Berita Langsa
RSUCM dan Klinik Cut Meutia Edukasi Hipertensi & DM di PN Langsa, Ini Risiko dan Cara Pencegahannya
Rumah Sakit Umum Cut Meutia atau RSUCM bersama Klinik Cut Meutia (KCM) PT CMN, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- RSUCM dan Klinik Cut Meutia menggelar edukasi kesehatan tentang hipertensi dan diabetes melitus di PN Langsa.
- Peserta mendapat pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, komplikasi, serta pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit “silent killer”.
- Edukasi juga membahas pola makan saat puasa bagi penderita HT dan DM, termasuk anjuran konsumsi makanan sehat, cukup cairan, serta kondisi yang mengharuskan membatalkan puasa.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Rumah Sakit Umum Cut Meutia atau RSUCM bersama Klinik Cut Meutia (KCM) PT CMN, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan, tentang Hipertensi dan Diabetes Melitus.
Kegiatan sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular ini berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Langsa, Jumat (27/2/2026).
Edukasi diikuti oleh jajaran pegawai dan staf pengadilan dengan antusias untuk mendapatkan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan.
Kemudian pentingnya deteksi dini terhadap hipertensi dan diabetes melitus yang kerap disebut sebagai silent killer itu.
Hadir Kepala RSU Cut Meutia, dr Hanafi Nasution, MKM bersama tim promosi kesehatan RSUCM dan Klinik Cut Meutia, Ketua PN Langsa, Kemas Reynald Mei, SH, MH, Wakil Ketua PN, Reza Adhian Marga, SH, MH, dan lainnya.
Ketua PN Langsa, Kemas Reynald Mei, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RSUCM dan Klinik Cut Meutia atas terselenggaranya kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan di lingkungan PN setempat.
Baca juga: Korban Banjir di Seuneubok Baro Aceh Tamiang Peroleh Obat Esensial dari Dosen Unsam Langsa
Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan bertema Hipertensi dan Diabetes Melitus ini sangat relevan dan memberikan manfaat besar bagi seluruh aparatur serta pegawai pengadilan.
Tingginya tuntutan dan beban pekerjaan kerap membuat pegawai kurang memperhatikan pola hidup sehat, seperti pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit tidak menular yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup.
"Oleh karena itu, ia menilai edukasi kesehatan seperti ini sangat penting sebagai langkah pencegahan sekaligus pengingat terhadap pentingnya menjaga kesehatan," kata Ketua PN.
Diabetes Mellitus atau DM
Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, yang terjadi kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.
Baca juga: Yayasan Ruang Kito Basamo Minta Publik Tidak Tergesa Simpulkan Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja
DM tipe 1 adalah pankreas tidak menghasilkan insulin, dan DM tipe 2 adalah pankreas menghasilkan insulin tetapi jumlahnya kurang ataupun jumlahnya cukup tetapi sensitifitas insulinnya menurun.
Gejala utama DM adalah banyak makan, banyak minum (haus), banyak BAK, dan penurunan berat badan.
Kemudian gejala tambahan, sering kesemutan, penglihatan kabur, cepat lelah, luka sulit sembuh, dan impotensi pada laki-laki.
| Meski Berawan, Suhu di Langsa Capai 32 Derajat, Berikut Prediksi Cuaca, Jumat 3 April 2026 |
|
|---|
| Forum Korban Banjir Kota Langsa Sebut Upaya Pembatasan Aksi Warga Langgar Hak Konstitusional |
|
|---|
| RSUD Langsa Berhasil Lakukan Tindakan Perdana Angiografi Vaskuler |
|
|---|
| KPA Peureulak Desak Kapolri Usut Tuntas Penganiayaan di Polda Metro, Apresiasi Mualem Jenguk Korban |
|
|---|
| Demonstran Meminta Kejaksaan Negeri Langsa Awasi & Selidiki Bantuan Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bersama-28022026.jpg)