Selasa, 5 Mei 2026

Berita Langsa

RSUCM dan Klinik Cut Meutia Edukasi Hipertensi & DM di PN Langsa, Ini Risiko dan Cara Pencegahannya

Rumah Sakit Umum Cut Meutia atau RSUCM bersama Klinik Cut Meutia (KCM) PT CMN, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
FOTO BERSAMA - Pihak RSUCM, Klinik Cut Meutia dan PN Langsa foto bersama seusai digelarnya edukasi pencegahan penyakit hipertensi dan DM di PN Langsa, Jumat (27/2/2026). 

Sementara faktor risiko, gaya hidup, obesitas, dislipidemia, hipertensi, diet tinggi gula, tinggi garam dan rendah serat.

Kemudian komplikasi DM adalah stroke, kaki diabetes, serangan jantung, gagal ginjal, diabetic neuropathy.

Hipertensi

Hipetensi adalah suatu penyakit dimana tekanan darah sistolik di atas sama dengan 140mmHg dan atau tekanan darah diastolik di atas sama dengan 90 mmHg.

Hipertensi sering disebut the silent killer karena sering tanpa keluhan, dengan gejala sering sakit kepala, sakit di dada, penglihatan kabur, dan mudah lelah.

Faktor risiko adalah gaya hidup, dislipidemia, obesitas, konsumsi garam berlebih, dan merokok.

Komplikasi hipertensi yaitu terkena stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan polineuropathy.

Obat HT dan DM harus diminum seumur hidup sesuai dengan dosis dari dokter, serta obat HT dan DM aman dikonsumsi jangka panjang dan aman untuk ginjal.

Kebutuhan cairan setiap individu secara umun 2L/hari, dan bagi orang-orang yang memiliki HT dan DM makanan yang direkomendasikan saat sahur.

Diantaranya, karbohidrat yaitu nasi, gandum, roti, buah dan sayur mayur, makanan tinggi protein.

Sedangkan cairan, dianjurkan minum banyak air mineral, serta hindari minum minuman manis dan kafein.

Sementara makanan yang direkomendasikan saat berbuka puasa adalah kurma, dimakan saat berbuka, namun sebaiknya dibatasi karena kurma memiliki kadar gula yang tinggi.

Kemudian karbohidrat dalam jumlah kecil, makanan tinggi protein, dan untuk cairan diajurkan meminum air mineral yang cukup. 

Selain itu, hindari minum minuman yang mengandung kafein dan minuman manis. 

Kapan harus membatalkan puasa? saat gula darah <70mg> 300mg/dl, dehidrasi, dan memiliki penyakit akut. (*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved