Sabtu, 11 April 2026

Berita Banda Aceh

Tekan Harga Gula di Pasar, Dinas Pangan Aceh Subsidi Ongkos Angkut dari Medan

"Tahap pertama 4 truk, yang sudah masuk 3 truk (masing-masing distributor/off taker) 1 truk," kata Yuni kepada Serambinews.com, Sabtu (28/2/2026).

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Yuni Saputi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Pangan Aceh didampingi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Biro Perekonomian Setda Aceh, Warda saat proses pendistribusian gula di UD Zainun, di Aceh Besar, Sabtu (28/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Pangan berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga gula pasir menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
  • Konsumsi gula warga Aceh meningkat di bulan puasa, sementara harga di pasaran masih tinggi, yakni Rp 20.000 per Kg.
  • Untuk menekan harga, Dinas Pangan memberikan subsidi ongkos angkut gula dari Medan, Sumut ke Banda Aceh & Aceh Besar.
  • Total bantuan ongkos angkut: 1.408 sak (70,4 ton), disalurkan ke 4 distributor.
  • Pengiriman dilakukan melalui jalur darat pada 27 Februari & 1 Maret 2026.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga gula pasir di pasaran di Aceh, terutama di bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Seperti diketahui, tingkat konsumsi gula masyarakat Aceh selama bulan puasa Ramadhan sangat tinggi.

Sementara harga gula di pasar tergolong mahal yaitu Rp 20 ribu per Kg.

Untuk itu, Dinas Pangan berupaya menurunkan harga dengan membantu ongkos angkut gula dari Medan, Sumatera Utara yang dipasok ke beberapa distributor di Banda Aceh dan Aceh Besar. 

Yuni Saputi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Pangan Aceh mengatakan, pihaknya telah membantu ongkos angkut gula konsumsi sebanyak 1.408 sak atau 70,4 ton. 

Gula tersebut dipasok ke empat distributor yaitu Indoplastik 360 sak atau 18 ton, Hidup Baru 358 sak atau 17,9 ton, UD Zainun 390 sak atau 19,5 ton, dan Jasa Sitepu 300 sak atau 15 ton.

Pengiriman sembako yang mempunyai nama ilmiah sukrosa ini dilakukan dengan tiga kali angkut dengan truk melalui jalur darat, masing-masing pada tanggal 27 dan Februari, serta 1 Maret. 

"Tahap pertama 4 truk, yang sudah masuk 3 truk (masing-masing distributor/off taker) 1 truk," kata Yuni kepada Serambinews.com, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Ide Minuman Buka Puasa Rendah Gula, Resep Es Jeli Hijau Bayam ala Devina Hermawan: Segar & Lembut

Ke depan, lanjut Yuni, Dinas Pangan kembali melanjutkan program subsidi ongkos angkut dengan volume gula lebih kurang sama. 

Karena itu, Yuni berharap dengan adanya bantuan ongkos angkut, harga gula konsumsi di pasaran bisa ditekan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 17.500 per Kg.

"Kita berharap kepada pedagang eceran yang mengambil gula di empat distributor tadi, untuk menjual gula dengan harga sesuai HET yaitu 17.500 per Kg," pintanya.

Untuk informasi, menurut neraca pangan Aceh tahun 2026, tingkat kebutuhan masyarakat Aceh terhadap gula mencapai 170 ton per hari, minyak goreng 151 tob per hari, dan beras 1.863 ton per hari.(*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved