Berita Aceh Utara
Pelajar Tanah Pasir Aceh Utara Belum Tersentuh Program MBG, Warga Pertanyakan Pemerataan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut telah berjalan di sejumlah daerah di Aceh, hingga kini belum menjangkau Kecamatan Tanah Pasir
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum menjangkau Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, dan pelajar setempat belum pernah menerima manfaat program tersebut.
- Masyarakat mengaku belum mendapat sosialisasi resmi terkait jadwal maupun mekanisme pelaksanaan, sehingga menimbulkan tanda tanya soal pemerataan program.
- Warga meminta pemerintah segera memberi kejelasan dan memastikan distribusi MBG berjalan transparan, merata, serta diawasi dengan baik di seluruh wilayah.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut telah berjalan di sejumlah daerah di Aceh, hingga kini belum menjangkau Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara.
Pelajar di wilayah tersebut dilaporkan belum pernah menerima manfaat program tersebut sejak mulai digulirkan.
Mukim Jrat Manyang Kecamatan Tanah Pasir, M. Husen Basyah dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (1/3/2026), mengatakan masyarakat Tanah Pasir hanya bisa menyaksikan dinamika pelaksanaan MBG di daerah lain tanpa informasi pasti mengenai kapan program itu akan direalisasikan di kecamatan mereka.
“Kami mendengar di tempat lain sudah berjalan, bahkan ada yang sampai bermasalah. Di Tanah Pasir, jangankan ada persoalan, pelaksanaannya saja belum pernah ada,” ujar Husen, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada sosialisasi resmi kepada pihak sekolah maupun aparatur gampong terkait jadwal pelaksanaan, mekanisme distribusi, maupun teknis penyediaan makanan.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait pemerataan program yang diklaim berskala nasional itu.
Baca juga: Bakal Calon Tak Hadir, Abdul Halim Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PWI Aceh Utara
Menurut Husen, kendala geografis tidak seharusnya menjadi alasan keterlambatan distribusi.
Ia menilai setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap program pemerintah, tanpa membedakan lokasi wilayah.
“Kalau program ini memang untuk seluruh anak sekolah, maka pelaksanaannya harus transparan dan merata. Jangan sampai muncul kesan ada wilayah yang diprioritaskan dan ada yang diabaikan,” tegasnya.
Warga Tanah Pasir pun meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai status dan jadwal implementasi MBG di kecamatan tersebut.
Mereka berharap ada kepastian agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan antarwilayah.
Di sisi lain, polemik dugaan keracunan yang terjadi di wilayah lain sebelumnya juga menjadi perhatian publik dan menuntut penguatan pengawasan dalam pelaksanaan program.
Baca juga: Maling Kotak Amal Masjid Lueng Bata Banda Aceh Dibekuk Polisi, Sudah 5 Kali Beraksi
Perbedaan situasi antara daerah yang menghadapi persoalan teknis dan wilayah yang belum tersentuh sama sekali dinilai sama-sama menjadi ujian bagi konsistensi dan akuntabilitas pelaksanaan MBG di Aceh. (*)
| Ini 17 Sekcam Baru di Aceh Utara, Dilantik Wabup bersama Ratusan Pejabat Lainnya |
|
|---|
| Bupati Aceh Utara Lantik 143 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Daftar Nama & Jabatannya |
|
|---|
| Bupati Ayahwa Lantik Dayan Albar Jadi Sekda Kabupaten Aceh Utara |
|
|---|
| Banjir Rob Kian Parah, Sawah hingga Huntara Terendam dan Penyintas belum Terima Jadup |
|
|---|
| Anggota Dewan Aceh Utara, Bantu Fasilitasi Alat Berat untuk Perbaikan Jalan Gampong Rawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Husen-Basyah-01032026.jpg)