Beirta Banda Aceh
Konflik Memanas! Israel dan AS Serang Iran, ICMI Aceh Keluarkan Pernyataan Sikap
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah itu dinilai berpotensi meluas dan mengganggu stabilitas global.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bismillahirrahmanirrahim,
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Aceh menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, termasuk serangan di wilayah Teheran yang berpotensi memperluas konflik kawasan dan mengancam stabilitas global.
Sebagai organisasi cendekiawan Muslim yang menjunjung tinggi nilai keilmuan, moralitas publik, dan kemanusiaan universal, ICMI Orwil Aceh menyatakan sikap sebagai berikut:
- Mengutuk serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran sebagai tindakan eskalasi yang berpotensi memicu perang besar di kawasan Timur Tengah dan dunia. Serangan ini, selain menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kehancuran infrastruktur, juga dinilai melampaui prinsip hukum internasional yang melarang penggunaan kekuatan kecuali dalam keadaan pembelaan diri yang sah berdasarkan Piagam PBB.
- Menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran, khususnya keluarga korban jiwa dan luka akibat serangan ini, dan menyerukan doa agar korban mendapat tempat yang mulia di sisi Allah serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.
- Mencatat bahwa tindakan militer terhadap negara berdaulat tanpa mandat internasional yang jelas merupakan pelanggaran asas kedaulatan bangsa serta hukum humaniter internasional. Di saat yang sama, kami menegaskan bahwa respons atas agresi juga harus dilakukan secara proporsional dan sesuai hukum internasional agar tidak memperburuk penderitaan rakyat sipil.
- Mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan militer dan menahan diri demi mencegah konflik yang lebih luas serta tragedi kemanusiaan yang tidak terhingga. Konflik bersenjata bukanlah solusi permanen; dialog diplomatik, perundingan adil, dan penyelesaian melalui mekanisme internasional harus diprioritaskan.
- Mendorong peran aktif Indonesia sebagai negara besar yang berpegang pada prinsip perdamaian dunia untuk ikut menjadi mediator yang bertanggung jawab dalam upaya de-eskalasi dan negosiasi damai antara pihak-pihak yang berkonflik. Indonesia memiliki rekam jejak diplomatis dalam penyelesaian konflik global dan posisi netral yang dapat membantu meredakan ketegangan.
- Mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat global untuk bersatu dalam doa dan solidaritas kemanusiaan, serta mendesak komunitas internasional, termasuk PBB dan negara-negara adikuasa, untuk menegakkan hukum dan melindungi hak asasi manusia di tengah konflik ini. Penutup.
ICMI Orwil Aceh menyerukan kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk mengedepankan doa, solidaritas kemanusiaan, dan sikap bijaksana dalam menyikapi perkembangan konflik ini. Kami percaya bahwa peradaban besar tidak dibangun oleh kekuatan senjata, melainkan oleh kekuatan moral, hukum, dan dialog.
Semoga dunia dijauhkan dari eskalasi perang yang lebih luas dan dianugerahi jalan damai yang bermartabat.
Wallahua’lam bishshawab.Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Baca juga: Besaran THR Pensiunan 2026, Benarkah Akan Cair Awal Maret?
| Pemerintah Aceh Dapat Nilai “AA” dari ANRI untuk Digitalisasi Arsip |
|
|---|
| HIPMI Aceh Cup 2024 Kembali Digelar, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta |
|
|---|
| Model Cilik Maritza Danesh Fazilla Wakili Aceh di Festival Etnik Model Indonesia 2024 |
|
|---|
| Di Hadapan Wisudawan, Rektor UNIDA Minta Sarjana Tak Takut Hadapi Tantangan |
|
|---|
| Haji Uma Tanggung Biaya Pendamping Muhammad Bilal Selama Pengobatan Bocor Jantung di Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taqwaddin-close-up.jpg)