Selasa, 21 April 2026

Abdya

Anggota DPRK Abdya Sidak Sekolah dan Puskesmas, Banyak ASN Tak Disiplin 

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Sardiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke...

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
SIDAK - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Sardiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Abdya, Selasa (2/3/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat Daya, Sardiman, melakukan sidak ke puskesmas dan sekolah di Aceh Barat Daya saat Ramadan 1447 H. Ia memeriksa absensi dan menemukan sejumlah perawat serta guru tidak berada di tempat saat jam kerja.
  • Sardiman menegaskan pelayanan kesehatan dan pendidikan harus tetap optimal meski ada penyesuaian jam puasa. 
  • Ia menilai kedisiplinan aparatur menjadi kunci kualitas pelayanan publik.

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Sardiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah puskesmas serta sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten setempat, Senin (2/3/2026).

Sardiman yang akrab disapa Tgk Panyang itu turun langsung untuk memastikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan dan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski di bulan puasa. Jangan sampai masyarakat dan siswa dirugikan karena petugas atau guru tidak hadir,” kata Tgk Panyang.

Dalam sidak itu, ia memeriksa absensi dan mencocokkannya dengan kehadiran ASN. Bahkan, ia juga mengecek langsung ruang pelayanan di Puskesmas dan ruang guru. 

"Dari hasil pengecekan itu, kita menemukan sejumlah perawat dan guru tidak berada di tempat saat jam kerja masih berlangsung. Temuan ini menjadi catatan bagi Komisi IV DPRK Abdya yang membidangi sektor pendidikan dan kesehatan," kata Tgk Panyang.

Ia menilai, kedisiplinan aparatur merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik, terlebih pada momentum Ramadan yang umumnya disertai penyesuaian jam kerja.

“Kita memahami kondisi puasa yang tentu membutuhkan penyesuaian. Namun bukan berarti kedisiplinan menjadi longgar. Pelayanan kesehatan menyangkut nyawa, sementara pendidikan menyangkut masa depan generasi kita. Ini tidak boleh diabaikan,” tegas Tgk Panyang.

Atas hal ini, sebutnya, ia akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait guna menindaklanjuti temuan tersebut. 

"Kita meminta agar kepala puskesmas dan kepala sekolah memperketat pengawasan internal, termasuk memastikan kehadiran pegawai sesuai ketentuan yang berlaku selama Ramadan," pesannya.

Menurutnya, absensi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen pengendalian kinerja. 

"Ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas, dapat berdampak langsung pada terganggunya pelayanan kepada masyarakat. Kalau tenaga kesehatan tidak ada di tempat saat jam pelayanan, siapa yang melayani pasien? Begitu juga guru di sekolah,” katanya.

Baca juga: Harga Emas di Abdya Kembali Bersinar, Segini Pasaran 2 Maret 2026

Ia mengingatkan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan etos kerja dan integritas aparatur, bukan sebaliknya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved