Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Ketua DPRK Lhokseumawe Sebut SKPK tak Ada Terobosan untuk Tingkat PAD

Dengan kondisi ini, seharusnya sejak tahun lalu, pihak SKPK yang berpotensi menggali PAD harus melakukan gebrakan

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
For serambinews.com
Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal. 

 

Ringkasan Berita:
  • Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal H Isa, menilai kalau kinerja SKPK- SKPK sekarang ini di Lhokseumawe terlalu monoton
  • Tidak kreatif dan tidak ada terobosan apapun yang telah dilakukan dalam satu tahun terakhir untuk bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  • Hal ini menurut Politisi PA bisa terjadi dikarenakan SKPK cuma terpaku saja terhadap apa yang diperintahkan atasan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal H Isa, menilai kalau kinerja SKPK- SKPK sekarang ini di Lhokseumawe terlalu monoton

Tidak kreatif dan tidak ada terobosan apapun yang telah dilakukan dalam satu tahun terakhir untuk bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini menurut Politisi PA bisa terjadi dikarenakan SKPK cuma terpaku saja terhadap apa yang diperintahkan atasan.

Diuraikan Faisal, semua pihak sekarang tahu bagaimana kondisi keuangan daerah Kota Lhokseumawe dalam dua tahun daerah, yakni sejak terjadinya efensiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Dengan kondisi ini, seharusnya sejak tahun lalu, pihak SKPK yang berpotensi menggali PAD harus melakukan gebrakan atau terobosan untuk memaksimalkan PAD.

"Saya melihat para SKPK cuma terpaku apa yang diperintahkan oleh atasan saja. Belum ada terobosan yang dibuat secara mandiri untuk meningkatkan PAD," katanya.

Selain iti, Faisal juga menyentil terkait jabatan Sekda Lhokseumawe.

"Seharusnya sosok Sekda harus bisa memahami persoalan daerah, bukan coma monoton dengan perintah atasan saja. Jangan menganut slogan asal bapak senang saja," katanya.

Sudah seharusnya, lanjut Faisal, sosok Sekda harus benar--benar memahami dengan keadaan daerah sekarang.

Sekda harus orang yang mengerti komunikasi politik dan peka terhadap keadaan daerah.

"Selama ini saya menilai Sekda masih kurang mengerti dalam pengelolaan anggaran daerah.

Sangat disayangkan ketika era pemerintahan baru yang ingin menggaungkan perubahan yang signifikan malah stagnan di tempat dengan sikap SKPK yang masih kurang memahami keadaan daerah," tegasnya 

Jadi dia mengharapkan agar  Sekda dan SKPK bisa segera mendapat formula untuk bisa mendongkrak pendapatan daerah.(*)

Baca juga: Zakat BFLF untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Tangis Haru Warnai Penyaluran

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved