Minggu, 26 April 2026

Berita Banda Aceh

Sosiolog Sebut Antrean BBM di Aceh Dipicu Panic Buying, bukan Kelangkaan Stok

Antrian panjang BBM di Aceh lebih dipicu oleh panic buying akibat kekhawatiran masyarakat, bukan karena stok yang benar-benar langka.

|
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
YouTube Serambinews
PANIC BUYING - Sosiolog Aceh, Prof Humam Hamid mengungkapkan, fenomena antrian panjang di SPBU merupakan bentuk panic buying, padahal stok BBM aman. 

Tetapi sejauh ini pengaruhnya masih terbatas dan lebih bersifat psikologis daripada krisis nyata.

Adapun hubungan antara konflik energi global dan harga sembako sebenarnya bersifat tidak langsung.

Jika harga minyak dunia naik dalam waktu lama, biaya transportasi dan distribusi barang juga bisa meningkat. 

Dalam jangka tertentu hal itu dapat memberi tekanan pada harga beberapa komoditas pangan. 

“Namun untuk saat ini, kondisi tersebut belum menunjukkan indikasi krisis pasokan pangan di Indonesia,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu bereaksi secara berlebihan terhadap antrian BBM yang terjadi saat ini. 

Baca juga: Anggota DPRA Irfansyah Minta Masyarakat Aceh Tenang: Stok BBM Aman, jangan Terjebak Panic Buying

Konflik di Timur Tengah memang dapat mempengaruhi harga energi global, dan dalam jangka panjang bisa memberi tekanan pada biaya transportasi serta harga beberapa komoditas. 

Namun kondisi tersebut tidak serta-merta berarti akan terjadi kelangkaan BBM atau krisis sembako di Indonesia. 

“Yang kita lihat saat ini lebih merupakan refleksi kekhawatiran masyarakat terhadap ketidakpastian global, bukan karena pasokan energi benar-benar habis di dalam negeri,” pungkasnya.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved