Berita Aceh Utara
Sudah Dua Hari Antrian Panjang BBM Terjadi di SPBU Aceh Utara & Lhokseumawe
Selama dua hari terakhir terjadi antrian panjang BBM di sejumlah SPBU Aceh Utara dan Lhokseumawe, bahkan hingga meluas ke badan jalan.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Selama dua hari terakhir terjadi antrian panjang BBM di sejumlah SPBU Aceh Utara dan Lhokseumawe, bahkan hingga meluas ke badan jalan.
- Kondisi ini dipicu oleh isu keterbatasan stok BBM yang dikaitkan dengan konflik internasional, sehingga masyarakat khawatir menjelang Ramadan dan mudik.
- Warga berharap pemerintah memberi kepastian pasokan agar tidak menimbulkan kepanikan, sementara di beberapa SPBU stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan kosong.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Antrian panjang kendaraan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dalam dua hari terakhir.
Pantauan Serambinews.com di lapangan menunjukkan antrian kendaraan mengular sejak Kamis (5/3/2026).
Antrian terlihat di SPBU Cunda, Kecamatan Muara Dua, serta SPBU Simpang Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Kendaraan yang mengantri tidak hanya mobil pribadi dan angkutan umum, tetapi juga sepeda motor.
Pada Jumat (6/3/2026), antrian panjang kembali terlihat di sejumlah SPBU lainnya di kawasan Lhokseumawe.
Antrian terjadi di SPBU Cunda, SPBU Kuta Blang, SPBU Sofyan Hasan yang berada di samping Kantor DPRK Lhokseumawe, serta SPBU Blang Panyang Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Baca juga: Terungkap Penyebab Warga Galus Panic Buying BBM di SPBU, Ternyata Terpengaruh Ucapan Bahlil
Bahkan, antrian kendaraan roda dua dan roda empat tidak hanya memenuhi aria SPBU.
Tetapi juga meluas hingga ke badan jalan sehingga sempat memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di SPBU Alue Awe.
Di lokasi tersebut tidak tampak antrian kendaraan.
Namun, petugas SPBU menyebutkan stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax sedang kosong.
“Pertalite kosong, Pertamax juga kosong,” ujar salah seorang petugas SPBU kepada wartawan.
Baca juga: Isu Kelangkaan BBM, Antrean Kendaraan di SPBU Blangkejeren Mengular hingga 2 Kilometer
Meski demikian, pihak SPBU tidak memasang papan pemberitahuan bahwa BBM sedang kosong seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
Petugas juga masih tetap berjaga di lokasi SPBU.
Diduga, antrian panjang ini dipicu oleh beredarnya informasi mengenai kemungkinan menipisnya stok BBM yang dikaitkan dengan konflik antara Iran versus Israel dan Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat khawatir akan ketersediaan BBM, terutama menjelang bulan Ramadan dan rencana perjalanan mudik.
Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait ketersediaan BBM agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Apa benar informasi yang disampaikan Menteri ESDM bahwa minyak hanya cukup 14 hari lagi? Kalau seperti itu, bagaimana kami bisa pulang kampung nanti,” ujar Ida, warga Lhokseumawe.
Baca juga: Ketua DPRK Banda Aceh: Panic Buying akan Untungkan Oknum Nakal, Warga Diimbau Bijak Beli BBM
Selain itu di Aceh Utara terjadi antrian BBM di SPBU kawasan Blang Peuria, Kecamatan Samudera dan Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron.
“Sudah dua hari terjadi antrian di SPBU Geudong, parah,” ujar Bukhari, warga Kecamatan Samudera kepada Serambinews.com, Jumat (6/3/2026).
Selain itu juga terjadi di SPBU Teupin Punti Kecamatan Syamtalira Aron.
“Tadi sore ramai antrian di SPBU Teupin Punti,” ujar Zulfikar, warga Syamtalira Aron.(*)
antrian BBM
antrian di SPBU
Panic Buying
Fenomena Panic Buying
Lhokseumawe
Aceh Utara
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Kisah Rapa-i Raja Siwah Tanah Pasir Aceh Utara, Penjaga Tradisi Rapa-i Geurimpheng |
|
|---|
| Pengendara Honda CBR Meninggal Tergilas Truk Tangki di Jalan KKA Usai Terjatuh di Tikungan |
|
|---|
| Tiga KK Korban Semburan Lumpur di Lhoksukon Kembali Tempati Rumah, Perbaikan Atap Rampung |
|
|---|
| Soal Surat Gubernur ke BPJS, Akademisi Unimal: Pembukaan Blokir JKA Harus Berdasarkan Dokumen Hukum |
|
|---|
| Krueng Peuto Butuh Tanggul Permanen, Warga Lhoksukon Sudah 4 Kali Terendam Banjir dalam 5 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panic-buying-sudha-2-hari-di-Lsm-dan-Acut.jpg)