Berita Aceh Selatan
Dugaan Keracunan MBG Di Aceh Selatan, GAMA Minta Dinkes Kawal Hasil Lab dan Disampaikan Terbuka
“Program MBG pada dasarnya merupakan program yang sangat baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Namun kejadian ini tentu sangat disayangkan.
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Pasca insiden dugaan keracunan yang menimpa belasan siswa di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), publik kini menanti hasil uji laboratorium sebagai fakta ilmiah yang tidak terbantahkan.
Gerakan Aktivis Muda Aceh (GAMA) Aceh Selatan menilai proses uji laboratorium yang saat ini dilakukan di Banda Aceh harus berada di bawah pengawasan langsung Dinas Kesehatan Aceh serta melibatkan lembaga pengawasan pangan seperti BPOM RI.
Hal itu guna memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif, profesional, dan bebas dari tekanan pihak manapun.
Koordinator Wilayah GAMA Aceh Selatan, Zulfikri, menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menyebabkan belasan siswa harus mendapatkan penanganan medis.
“Program MBG pada dasarnya merupakan program yang sangat baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Namun kejadian ini tentu sangat disayangkan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penyebabnya diungkap secara jujur dan ilmiah agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan di masyarakat,” ujar Zulfikri, Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 18 siswa diduga mengalami keracunan dan sebagian di antaranya sempat menjalani perawatan intensif.
Sampel makanan serta sampel medis dari siswa telah dikirim untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
GAMA Aceh Selatan menegaskan sikap bahwa perlunya pengawasan langsung dari Dinas Kesehatan Aceh.
Zulfikri menyayangkan apabila proses pengujian laboratorium yang sangat krusial ini tidak diawasi secara ketat oleh otoritas kesehatan tingkat provinsi.
Menurutnya, kehadiran Dinas Kesehatan Aceh sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai standar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, GAMA Aceh Selatan menilai hasil uji laboratorium harus disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi.
“Masyarakat berhak mengetahui secara jelas, apakah dugaan keracunan tersebut disebabkan oleh kontaminasi makanan, kesalahan prosedur pengolahan, atau faktor lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Kondisi Stabil, Semua Siswa Dugaan Keracunan MBG sudah Dipulangkan dari Puskesmas
Zulfikri juga mengingatkan bahwa proses pemeriksaan laboratorium harus dijaga dari potensi tekanan atau intervensi pihak mana pun.
| Kapolres Aceh Selatan Ajak Masyarakat Bersatu Cegah Karhutla |
|
|---|
| Hore! Pemkab Aceh Selatan Cairkan Gaji ke-13 ASN Mulai Juni 2026 |
|
|---|
| Ade Naylan Hafizah 30 Juz Peraih Best Award SDGs Internasional Kini Lulus Pendidikan Dokter USK |
|
|---|
| Normalisasi Irigasi Tuntas, Air Kembali Mengalir ke Sawah, Keuchik Apresiasi Gerak Cepat Bupati |
|
|---|
| Normalisasi Irigasi Gunung Pudung di Kluet Utara Rampung , 1.700 Ha Sawah Terselamatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Koordinator-Wilayah-GAMA-Aceh-Selatan-Zulfikri.jpg)