Berita Aceh Timur
SMKN 1 Peureulak Manfaatkan Greenhouse Jadi Kebun Anggur Eksotis
"Ini bukan sekadar kebun, tapi tempat wisata edukasi. Siswa bisa belajar langsung tentang hortikultura modern, mulai dari pembenihan mandiri hingga...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, membuat gebrakan dalam dunia pendidikan vokasi di Aceh, mereka memanfaatkan fasilitas greenhouse bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah ini sukses mengembangkan budidaya anggur berbagai varistas unggulan yang kini menjadi saya tarik edukasi baru.
Inovasi ini mendapatkan apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P., saat menyambangi lokasi budidaya di sela-sela agenda Safari Ramadhan Pemerintah Aceh.
Kadisdik Murthalamuddin mengungkapkan kekagumannya terhadap pengelolaan lingkungan tumbuh tanaman yang terkontrol di sekolah tersebut.
Menurutnya, penggunaan greenhouse adalah solusi cerdas untuk menghadapi cuaca ekstrem serta serangan hama di Aceh.
"Anggur adalah tanaman dengan nilai ekonomis tinggi. Dengan lingkungan yang terkontrol seperti ini, kualitas buah yang dihasilkan bisa maksimal. Selain aspek ekonomi, kegiatan ini adalah ibadah jika dilakukan dengan niat baik," ujar Murthalamuddin kepada media, Sabtu (7/3/2026).
Ia berharap SMKN 1 Peureulak dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekolah (income generating) sekaligus menjadi role model bagi SMK lain di seluruh Aceh dalam hal kemandirian dan inovasi pertanian.
Baca juga: Fakta Anggur Sumber Nutrisi yang Baik untuk Tubuh, Jaga Kesehatan Jantung hingga Cegah Kanker
Varietas Dunia di Lahan Timur Aceh
Kepala SMKN 1 Peureulak, Agus Ridhwan, S.Pd., menjelaskan bahwa proyek ambisius ini telah dimulai sejak Januari 2026 di atas lahan seluas 10 x 50 meter.
Saat ini, terdapat sekitar 120 populasi tanaman anggur yang tumbuh subur.
Tak tanggung-tanggung, varietas yang ditanam merupakan jenis anggur meja (table grapes) yang populer di pasar internasional, seperti: Jupiter, Gozv, Tamaki, Basanti, Akademik, Baikonur, Donesky, Ogonyok, hingga Beuty Krasotka.
"Kami menggunakan teknologi sistem irigasi tetas (drip irrigation) yang terjadwal lima kali sehari dengan durasi tiga menit per sesi. Ini memastikan kelembapan tanah terjaga tanpa membuatnya terlalu basah," jelas Agus.
Pihak sekolah memprediksi panen perdana akan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, S.Pd., M.S.M., menyebutkan bahwa kebun anggur ini kemungkinan besar merupakan satu-satunya yang dimiliki oleh sekolah kejuruan di Provinsi Aceh.
"Ini bukan sekadar kebun, tapi tempat wisata edukasi. Siswa bisa belajar langsung tentang hortikultura modern, mulai dari pembenihan mandiri hingga teknologi irigasi. Kami sangat mendukung motivasi yang ditunjukkan pihak sekolah," kata Rahmatsah.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan sistem ventilasi dan plastik UV yang digunakan sekolah untuk memastikan cahaya matahari masuk secara optimal selama 6-8 jam sehari syarat mutlak pertumbuhan anggur yang manis dan berkualitas.(*)
| Tiga Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla |
|
|---|
| Bupati Kukuhkan Pengurus DPC APDESI 2026-2031, Minta Selaraskan dengan Visi Misi Pemda Aceh Timur |
|
|---|
| Disperindag Aceh Timur Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau |
|
|---|
| 3 dari 8 Titik Panas Tersebar di Aceh Timur, Masyarakat Diimbau Waspada |
|
|---|
| Waka Polsek Rantau Seulamat Tekankan Disiplin kepada Siswa SMAN 1 di Bayeun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menyambangi-kebun-anggur-di-SMKN-1-Peureulak.jpg)