Minggu, 19 April 2026

Banjir Landa Aceh

Di Wilayah Aceh Timur 2.326 Pengungsi Masih di Tenda

Menjelang lebaran Idul Fitri 2026, kondisi korban banjir di beberapa wilayah pedalaman Aceh Timur saat ini masih memerlukan perhatian serius.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SEMABI TIMUR EDISI SENIN 20260309 
Ringkasan Berita:
  • Menjelang lebaran Idul Fitri 2026, kondisi korban banjir di beberapa wilayah pedalaman Aceh Timur saat ini masih memerlukan perhatian serius.
  • Sebanyak 2.326 jiwa dari 696 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang di Aceh Timur, masih bertahan di titik-titik pengungsian.
  • Pihak pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan BNPB terus melakukan upaya pemerataan Huntara agar masyarakat korban banjir bisa  tinggal ditempat yang layak.

“Saya kerap memantau perkembangan di pembangunan ini, saya pastikan bahwa Huntara harus segera siap agar masyarakat dapat tidur dan beribadah dengan nyenyak ditempat yang layak," Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Menjelang lebaran Idul Fitri 2026, kondisi korban banjir di beberapa wilayah pedalaman Aceh Timur saat ini masih memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan laporan terbaru pada Minggu (8/3/2026), sebanyak 2.326 jiwa dari 696 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang di Aceh Timur, masih bertahan di titik-titik pengungsian yang tersebar di wilayah Kecamatan Pantee Bidari, Serbajadi, dan Simpang Jernih.

Para korban banjir masih belum mendapatkan Hunian Sementara (Huntara) untuk tempat tinggal mereka pasca diterjang banjir bandang November 2025 laku. Hingga mereka terpaksa tinggal di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat demi keamanan.

Kecamatan Pante Bidari terdiri dari 7 titik pengungsian, dengan jumlahnya 930 jiwa masih di tenda pengungsian meliputi beberapa Gampong. Gampong Sah Raja Sebanyak 712 jiwa 239 Kepala Keluarga (KK) mengungsi mandiri di keluarga, tersebar di Dusun Pureng, Dusun Sarah Gala, dan Dusun Sarah Raja.

Gampong Sijudo 160 jiwa 40 KK bertahan di tenda keluarga yang didirikan di Dusun Ranto Panjang dan Dusun Bidari. Gampong Pantee Labu 40 jiwa 11 KK memusatkan pengungsian di Meunasah Dusun Bahagia. Kemudian, Alue Ie Mirah 18 jiwa 5 KK bertahan di tenda mandiri kawasan Bukit Jeumpa.

Lalu Kecamatan Serbajadi mencatat total 936 jiwa yang tersebar di 5 titik pengungsian, dengan memanfaatkan fasilitas publik. Gampong Bunin menjadi titik terbesar dengan 400 jiwa 100 KK di Dusun Karang Kuda.  Gampong Sunti  200 jiwa memanfaatkan Balai Adat Desa Sekualan sebagai tempat bernaung. Lalu Gampong Lokop 108 jiwa mengungsi di Kantor Geucik Lokop. Terakhir Gampong Umah Taring & Ujung Karang 290 jiwa bertahan di gedung SD Loot Jering dan Dusun Tembolon.

Sementara di Kecamatan Simpang Jernih, sebanyak 460 jiwa yang terdiri dari 137 KK melakukan pengungsian mandiri dengan membangun rumah-rumah darurat di Dusun Rube untuk melindungi keluarga dari cuaca ekstrem.

Secara keseluruhan, terdapat 13 titik pengungsian yang aktif dengan total 2.326 jiwa. Hingga saat ini progress pembangunan Huntara masih belum menyentuh keseluruhan korban banjir di 13 titik tersebut.

Kebutuhan akan logistik dan pemantauan kesehatan di tenda-tenda mandiri serta rumah darurat menjadi prioritas utama, mengingat besarnya jumlah warga yang belum bisa kembali ke kediaman masing-masing.

Pihak pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan BNPB terus melakukan upaya pemerataan Huntara agar masyarakat korban banjir bisa  tinggal ditempat yang layak.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BNPB terkait progres Huntara, ia juga kerap turun dan terus memantau perkembangan pembangunan Huntara yang dibangun oleh vendor-vendor dibawah pengawasan BNPB. 

"Data rill yang ada sama kita ada 13 titik yang masih dihuni pengungsi, dan saya kerap memantau perkembangan di pembangunan ini, saya pastikan bahwa Huntara harus segera siap agar masyarakat dapat tidur dan beribadah dengan nyenyak ditempat yang layak," paparnya. 

Sementara itu Kepala Dusun Rantau Panjang Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Yaitu Jahidin mengatakan bahwa progres pembangunan Huntara ditempatnya baru sebatas masuk material. "Ditempat kami baru masuk material oleh vendor, dan katanya akan dikebut dalam dua minggu ini," ungkapnya (fa)

Sebaran Pengungsi:

  • Kecamatan Pante Bidari, 930 jiwa di 7 titik
  • Kecamatan Serbajadi, 936 jiwa di 5 titik
  • Kecamatan Simpang Jernih, 460 jiwa mendirikan pengungsian mandiri secara terpencar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved