Jumat, 8 Mei 2026

UIN Ar Raniry Banda Aceh

Transformasi dan Wajah Baru UIN Ar-Raniry, Tiga Tahun Kepemimpinan Prof Mujiburrahman

3 Tahun Transformasi UIN Ar-Raniry: Akreditasi Unggul, Prodi A Bertambah, Riset Menguat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: IKL
Humas UIN Ar Raniry
Prof Dr Mujiburrahman Mag, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tiga tahun lalu, tepatnya pada 28 Juli 2022, Prof Dr Mujiburrahman MAg dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Kala itu status akreditasi institusi kampus tersebut masih berada pada peringkat B.

Langkah awal yang ditempuh adalah melakukan konsolidasi internal dan harmonisasi sivitas akademika, pembenahan manajemen, penguatan sistem penjaminan mutu, serta percepatan layanan akademik menjadi fokus pada tahun pertama kepemimpinannya.

Hasilnya terlihat setahun kemudian. Pada 12 September 2023 UIN Ar-Raniry berhasil meraih akreditasi unggul dari BAN-PT yang diumumkan secara resmi pada 24 Oktober 2023, dengan nilai 373.

“Capaian ini menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) pertama di bawah Kementerian Agama yang memperoleh predikat unggul melalui skema penilaian sembilan kriteria,” ujar Prof Mujiburrahman, Minggu (8/3/2026).

Lonjakan Akreditasi Program Studi

Perubahan besar juga tercermin pada transformasi status akreditasi program studi yang meningkat tajam dalam waktu kurang dari empat tahun. Jika pada Juli 2022 hanya terdapat 15 program studi berstatus unggul atau A, di bawah kebijakan strategis Prof Mujiburrahman jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 34 program studi. 

Artinya, dari total 59 prodi yang ada, kini 57,63 persen di antaranya telah berhasil meraih akreditasi Unggul atau A.

Capaian ini bukan sekedar angka melainkan manifestasi dari percepatan peningkatan standar akademik dan tata kelola pendidikan yang lebih baik dan akuntabel.

Seiring dengan lonjakan tersebut, komposisi prodi berperingkat Baik Sekali atau B pun mengalami efisiensi positif, menurun dari 34 menjadi 16 prodi.

Hal ini terjadi karena sebagian besar prodi tersebut berhasil "naik kelas" ke kategori Unggul.

Selain memperkuat mutu internal, Prof Mujiburrahman juga mengambil langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi dengan menghadirkan lima program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar global. 

Tiga prodi baru jenjang Sarjana yang dibuka adalah Manajemen Bisnis Syariah, Manajemen Industri Halal, serta Manajemen Haji dan Umrah. Sementara di jenjang Pascasarjana, hadir dua program doktor baru, yaitu Ekonomi Syariah dan Studi Islam, melengkapi program S3 Pendidikan Agama Islam dan Fiqih Modern yang telah ada sebelumnya.

Jumlah Profesor Naik, Lulusan Doktor Bertambah   

Capaian positif lain yang ditorehkan Prof Mujiburrahman yakni, jumlah guru besar mengalami lonjakan tajam dalam empat tahun terakhir.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved