Jumat, 8 Mei 2026

UIN Ar Raniry Banda Aceh

Transformasi dan Wajah Baru UIN Ar-Raniry, Tiga Tahun Kepemimpinan Prof Mujiburrahman

3 Tahun Transformasi UIN Ar-Raniry: Akreditasi Unggul, Prodi A Bertambah, Riset Menguat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: IKL
Humas UIN Ar Raniry
Prof Dr Mujiburrahman Mag, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh 

Pada 2022, tercatat hanya 22 profesor. Angka itu kemudian meningkat menjadi 45 orang pada 2023, naik tipis menjadi 46 orang pada 2024, dan melonjak hingga 66 profesor pada 2025.

Secara keseluruhan, jumlah guru besar bertambah 44 orang dalam kurun 2022–2025.

Jika dihitung secara persentase, kenaikannya mencapai 200 persen dibandingkan posisi awal pada 2022. Dengan kata lain, jumlah profesor pada 2025 tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan empat tahun sebelumnya.

Selain itu, dikatakan Prof Mujib, selama kepemimpinan dirinya, jumlah dosen yang menyelesaikan studi doktoral (S3) juga menunjukkan tren peningkatan.

Data universitas mencatat, pada 2022 terdapat 188 dosen bergelar doktor. Jumlah ini meningkat menjadi 198 orang pada 2023, kemudian 205 orang pada 2024, dan mencapai 219 orang pada 2025.

Secara keseluruhan, dalam rentang 2022–2025 jumlah dosen bergelar doktor bertambah 31 orang.

Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor di lingkungan universitas dalam beberapa tahun terakhir.

“Jumlah profesor diperkirakan masih akan bertambah pada 2026 seiring proses pengusulan jabatan akademik yang sedang berjalan,” ujarnya.

Prof Dr Mujiburrahman Mag. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh
Prof Dr Mujiburrahman Mag.

Penguatan Ekosistem Riset

Selain akreditasi, kata dia, penguatan riset dan publikasi ilmiah menjadi agenda penting dalam transformasi kampus.

Saat ini UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah dan prosiding. Sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi nasional melalui sistem Science and Technology Index (SINTA).

“Dari jumlah tersebut, empat jurnal telah terindeks Scopus Q1, yakni Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita. Beberapa di antaranya bahkan menempati kuartil tertinggi dalam pemeringkatan jurnal internasional,” katanya. 

Jurnal El-Usrah, misalnya, tercatat sebagai jurnal antropologi terbaik di Asia dan 50 dunia menurut pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.

Capaian ini turut mendorong peningkatan reputasi riset kampus. Berdasarkan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2025, UIN Ar-Raniry menempati peringkat keempat nasional dalam kategori kampus riset dan menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa.

Pada tahun yang sama, dua dosen UIN Ar-Raniry masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved