Selasa, 28 April 2026

Berita Pidie

Puluhan Warga Batee Geruduk DPMG

Kami sempat tanyakan kenapa dipotong, namun keuchik menjawab tidak mengetahui alasan dana itu dipangkas. SAMSUL BAHRI

Editor: mufti
Serambinews.com/Muhammad Nazar
GERUDUK KANTOR DPMG - Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie sambil berkain sarung mendatangi Kantor DPMG Pidie, Kamis (12/3/2026). Kedatangan warga untuk mempertanyakan BLT yang tidak disalurkan. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pidie
  • Kedatangan warga ke Kantor DPMG Pidie guna mempertanyakan dana bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa tahun 2025
  • Kepala DPMD Pidie, Wahidin didamping Kabid Pemberdayaan DPMG Pidie, Amarullah kepada Serambi, kemarin, mengatakan, dana desa dibagi dua. 

Kami sempat tanyakan kenapa dipotong, namun keuchik menjawab tidak mengetahui alasan dana itu dipangkas. SAMSUL BAHRI, Warga Gampong Neuhen

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Kamis (12/3/2026). 

Kedatangan warga ke Kantor DPMG Pidie guna mempertanyakan dana bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa tahun 2025, yang tidak disalurkan kepada warga sebagai penerima manfaat. 

Pantauan Serambi, Kamis (12/3/2026), sekitar 20 warga Gampong Neuhen mendatangi Kantor DPMG Pidie menggunakan mobil pikap. Warga yang datang itu didominasi kaum pria menggunakan kain sarung. Kedatangan warga itu diterima Kabid Pemberdayaan DPMG Pidie. 

Samsul Bahri (55) warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, sekitar 22 warga tidak mendapatkan BLT tahun 2025. 

Menurut Samsul, warga sudah sudah mempertanyakan kepada keuchik, bahwa BLT jatah warga tidak diberikan lagi. Namun, kata keuchik, BLT jatah warga tidak ada lagi karena sudah dipotong. 

" Kami sempat tanyakan kenapa dipotong, namun keuchik menjawab tidak mengetahui alasan dana itu dipotong," jelasnya.

Dikatakannya, jumlah bulan BLT yang tidak diterima warga berfariasi. Artinya, jelas Samsul, ada warga menerima tiga bulan. Namun, sebagian warga justru tidak menerima BLT selama setahun. Seperti isteri Alamsyah bernama Baren Haji hanya menerima tiga bulan saja.  

" Kami tidak puas menerima penjelasan dari keuchik, sehingga kami menanyakan BLT tidak diberikan lagi ke kantor camat. Namun, camat juga menjawab sudah dipotong," kata Samsul didampingi warga lainnya. 

Menurutnya, warga tidak puas dengan penjelasan di kecamatan, akhirnya warga terpaksa mengadu ke Kantor DPMG Pidie, terhadap alasan BLT tidak diberikan.

" Jadi penjelasan dari DPMG, bahwa BLT jatah warga tidak dipotong. Dana desa lebih dahulu diprioritaskan untuk BLT. Dana tersebut sudah digunakan ke tempat lain, kami minta BLT kami harus dibayar. Sebab, kami sangat membutuhkannya," ujarnya.(naz)

Harus Dibayar 

Kepala DPMD Pidie, Wahidin didamping Kabid Pemberdayaan DPMG Pidie, Amarullah kepada Serambi, kemarin, mengatakan, dana desa dibagi dua. Adalah dana desa ditentukan penggunaan (earmarked) dan dana desa tidak ditentukan penggunaannya (non-earmanked). 

" Dana desa ditentukan penggunaannya sudah tuntas cair. Salah satu dana desa ditentukan penggunaaannya adalah BLT," sebutnya.

Dijelaskan, dana desa tidak ditentukan penggunaannya, untuk tahap satu tuntas penggunaannya. Tahap dua pemberlakuan nasional tidak dikirim lagi ke RKUG. Imbasnya muncul persoalan di gampong, dana desa ditentukan penggunaannya yang lebih awal digunakan. 

"Harapannya ketika masuk dana desa tidak ditentukan dibayar kembali. Ternyata, dana desa tak ditentukan tidak dikirim lagi pusat," katanya.

Kata Amarullah, BLT jatah Gampong Neuhen tiga bulan adalah Oktober, November dan Desember tidak dibayar yang jumlahnya sekitar Rp 18 juta. BLT itu sudah dialihkan untuk bangun pasar.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved