Berita Bireuen
Usai Lebaran Ini, Jembatan Pante Lhong Peusangan Bireuen Mulai Dibangun
Namun, kini jembatan tersebut akan dibangun baru. Jika tak ada halangan, pembangunan jembatan itu akan dimulai usai Idul Fitri 1447 Hijriah nanti.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Jembatan rangka baja Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, yang ambruk diterjang banjir pada November 2025 akan dibangun kembali oleh Kementerian PU setelah Idul Fitri 1447 H.
- Bupati Bireuen Mukhlis menyebut jembatan sepanjang 140 meter tersebut menjadi prioritas karena merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan dan akses alternatif lintas Sumatera.
- Saat ini pembersihan lokasi dan pembongkaran sisa rangka jembatan lama telah dilakukan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan rangka baja Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang dibangun tahun 1997-1998, ambruk serta putus diterjang banjir akhir November 2025.
Namun, kini jembatan tersebut akan dibangun baru. Jika tak ada halangan, pembangunan jembatan itu akan dimulai usai Idul Fitri 1447 Hijriah nanti.
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Sabtu (14/3/2026), menanggapi harapan masyarakat dan langkah Pemkab Bireuen.
Jembatan Pante Lhong, Peusangan Bireuen menghubungkan ke Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Makmur, Gandapura dan antar kabupaten putus total saat banjir bandang, Selasa dan Rabu (26-27/11/2025).
Rangkaian jembatan berserakan di aliran sungai, di mana satu bagian jatuh di pinggir dekat Blang Panjoe, satu bagian di tengah sungai, dan satu lagi di seberang.
Putusnya jembatan tersebut berdampak luas bagi masyarakat, terutama para siswa, ekonomi terganggu.
Baca juga: Jalur Alternatif Awe Geutah Bireuen Minim Petunjuk Arah
Muhammad, warga Peusangan Siblah Krueng yang sedang menumpang perahu ketek kepada Serambinews.com mengatakan, banyak siswa dari Desa Kubu dan lainnya sekolah di Peusangan.
Jaraknya sekitar 2 Km, sejak jembatan putus mereka harus memutar melalui Kutablang jaraknya mencapai 10 Km, belum lagi masyarakat yang hendak ke Peusangan.
“Perahu ketek memang sudah ada, tetapi pembangunan jembatan hendaknya dapat disegerakan,” ujarnya.
Muhammad yang didampingi beberapa warga lainnya mengatakan, dua jembatan yang putus total yaitu jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang dan jembatan Teupin Mane sudah dibangun jembatan bailey dan sedang
dibangun jembatan permanen.
Bagaimana dengan jembatan Pante Lhong dan juga jembatan Ulee Jalan, Peusangan Selatan yang juga putus kapan dibangun.
“Kami mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk mempercepat pembangunan jembatan Pante Lhong dan juga jembatan Ulee Jalan,” ujarnya.
Baca juga: Prokopim Aceh Timur Luruskan soal Tanpa Undangan untuk Wabup, Sebut Kepala Daerah Adalah Tuan Rumah
Kondisi saat ini katanya, kawasan tersebut berdampak luas dihantam banjir, akses transportasi saat ini hanya mengandalkan perahu ketek.
Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah untuk segera membangun jembatan apakah jembatan bailey dan sangat diharapkan jembatan rangka baja seperti sebelumnya.
| SMAN 2 Bireuen Laksanakan Program Pengembangan Bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin |
|
|---|
| Mahasiswa Pertanian UNIKI Studi Lapangan ke Kebun Salak Sabang |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tegaskan Bantuan Korban Banjir Harus Utuh tanpa Pemotongan |
|
|---|
| MTsN 1 Bireuen Madrasah Unggul, Begini Sejarah MTsN Model Gandapura Itu |
|
|---|
| Rencana Pembangunan Gudang BULOG di Batee Geulungku-Bireuen Disepakati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pante-lhong-15032026.jpg)