Banda Aceh
Sejumlah Titik Panas Terpantau, Ini Prakiraan Cuaca di Banda Aceh Menurut BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mencatat, sejumlah titik...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat empat titik panas di Aceh yang terdeteksi melalui satelit pemantau cuaca.
- Titik panas tersebut berada di wilayah Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
- BMKG juga mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah daerah Aceh pada 17 Maret 2026.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mencatat, sejumlah titik panas terpantau di Aceh sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS sejak Minggu (15/3/2026).
Titik panas itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di antaranya Panga Aceh Jaya, Pante Bidari Aceh Timur, dan Langkahan Aceh Utara. “Terdapat empat titik panas di wilayah Aceh,” ungkap Prakirawan BMKG, Miftahul Jannah saat dihubungi, Senin (16/3/2026).
Di sisi lain, prakiraan cuaca untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya, secara umum berpotensi cerah hingga berawan.
Meski demikian, terpantau potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya pada Selasa (17/3/2026).
Prakirawan BMKG itu mengimbau, masyarakat agar waspada terhadap hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari, hal ini disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.
“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” pesan Miftahul.
Sementara tinggi gelombang masuk kategori sedang, berkisar antara 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sabang - Banda Aceh, Aceh Besar - Meulaboh, Aceh Singkil - Pulo Banyak, Aceh Barat Daya (Abdya) - Simeulue dan perairan selatan Simeulue.
Baca juga: Pakar Siber Ingatkan Risiko Ketergantungan Gadget pada Anak dan Ancaman di Ruang Digital
Prakirawan BMKG itu menjelaskan, adanya gelombang Rossby Ekuatorial dan terpantaunya belokan angin di wilayah Aceh, dapat meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Aceh, serta hangatnya suhu muka laut di Perairan Barat Aceh, dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.
Kemudian, pola angin wilayah Perairan Aceh umumnya bergerak dari Timur - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 02 - 1 6 knot. “Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Sabang - Banda Aceh dan Perairan Aceh Besar - Meulaboh,” ungkap Miftahul.
Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, serta kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. “Berlaku hingga 20 Maret 2026 mendatang,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pantuan-titik-panas-terkini.jpg)