Berita Banda Aceh
Satgas PRR Aceh Dorong Pemda segera Tuntaskan Pendataan Rumah Terdampak Bencana
“Pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid,” ujarnya.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mendorong pemerintah daerah (Pemda) segera menuntaskan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak bencana
- “Pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid,” ujarnya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mendorong pemerintah daerah (Pemda) segera menuntaskan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Hal tersebut disampaikan Safrizal saat mendampingi Mendagri Muhammad Tito Karnavian yang hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan gelombang kedua bagi korban bencana Sumatra oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/3/2026).
“Pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera membentuk tim khusus, memberikan dukungan pendanaan, serta menurunkan tim ke lapangan agar proses pendataan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Baca juga: Bantuan Presiden Tiba di Bireuen, Satgas PRR Aceh Pastikan Huntap segera Dibangun
Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian selaku Kasatgas PRR Pusat juga menegaskan bahwa data menjadi instrumen paling penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Ia menilai kualitas pendataan sangat menentukan kecepatan pemerintah dalam menyalurkan dukungan keuangan bagi masyarakat terdampak.
“Proses pendataan di wilayah bencana bukan hal yang mudah, sehingga dilakukan secara bertahap atau bergelombang untuk memastikan akurasi data.
Pendataan harus benar dan akurat, karena dari data itulah seluruh dukungan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak,” kata Safrizal mengutip arahan Tito.
Safrizal juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatra, melalui skema bantuan yang dilakukan secara bertahap dan berbasis data yang akurat.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama difokuskan pada bantuan yang berkaitan dengan klasifikasi kerusakan hunian, sementara gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jatah hidup (jadup), bantuan stimulan sosial ekonomi, serta bantuan isi hunian bagi korban terdampak.
“Penanganan pascabencana ini dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama fokus pada kerusakan hunian, sedangkan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jadup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabotan rumah tangga,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan stimulan ekonomi kepada masyarakat terdampak di Aceh Timur. Di mana, untuk gelombang kedua ini, Aceh Timur menerima lebih dari Rp100 miliar.
Satgas PRR Aceh
Satgas PRR
Satgas PRR Wilayah Aceh
Kasatgas PRR Tito Karnavian
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Lampaui UI dan UGM, UIN Ar-Raniry Banda Aceh Peringkat Pertama Bidang Riset Versi SIR 2026 |
|
|---|
| 152 Santri Dayah Insan Qur’ani Aceh Lulus dan Diwisuda, 55 Khatam Hafalan 30 Juz dan 120 Lolos PTN |
|
|---|
| Wali Nanggroe Dorong Pemuda Aceh Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Kreatif |
|
|---|
| Kampanyekan Gemarikan, Kak Na Borong Jajanan Sehat di Market Day MIN Model Banda Aceh |
|
|---|
| Momen Ridwan Kamil Jadi “Tour Guide” Tamu Internasional di Museum Tsunami Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menyerahkan-bantuan-di-Atim-1703.jpg)