Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Satgas PRR Aceh Dorong Pemda segera Tuntaskan Pendataan Rumah Terdampak Bencana

“Pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid,” ujarnya.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
MENYERAHKAN BANTUAN – Kasatgaswil PRR Aceh Safrizal ZA, saat mendampingi Kasatgas PRR Muhammad Tito Karnavian, yang hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan gelombang kedua bagi korban bencana Sumatra oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mendorong pemerintah daerah (Pemda) segera menuntaskan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak bencana
  • “Pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid,” ujarnya.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mendorong pemerintah daerah (Pemda) segera menuntaskan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Hal tersebut disampaikan Safrizal saat mendampingi Mendagri Muhammad Tito Karnavian yang hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan gelombang kedua bagi korban bencana Sumatra oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/3/2026).

“Pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera membentuk tim khusus, memberikan dukungan pendanaan, serta menurunkan tim ke lapangan agar proses pendataan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

Baca juga: Bantuan Presiden Tiba di Bireuen, Satgas PRR Aceh Pastikan Huntap segera Dibangun

Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian selaku Kasatgas PRR Pusat juga menegaskan bahwa data menjadi instrumen paling penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 

Ia menilai kualitas pendataan sangat menentukan kecepatan pemerintah dalam menyalurkan dukungan keuangan bagi masyarakat terdampak.

“Proses pendataan di wilayah bencana bukan hal yang mudah, sehingga dilakukan secara bertahap atau bergelombang untuk memastikan akurasi data. 

Pendataan harus benar dan akurat, karena dari data itulah seluruh dukungan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak,” kata Safrizal mengutip arahan Tito.

Safrizal juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatra, melalui skema bantuan yang dilakukan secara bertahap dan berbasis data yang akurat.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan dalam dua gelombang. 

Gelombang pertama difokuskan pada bantuan yang berkaitan dengan klasifikasi kerusakan hunian, sementara gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jatah hidup (jadup), bantuan stimulan sosial ekonomi, serta bantuan isi hunian bagi korban terdampak.

“Penanganan pascabencana ini dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama fokus pada kerusakan hunian, sedangkan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jadup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabotan rumah tangga,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan stimulan ekonomi kepada masyarakat terdampak di Aceh Timur. Di mana, untuk gelombang kedua ini, Aceh Timur menerima lebih dari Rp100 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved