Sabtu, 18 April 2026

Berita Banda Aceh

Momen Ridwan Kamil Jadi “Tour Guide” Tamu Internasional di Museum Tsunami Aceh

Mantan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, tampil tak biasa saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026)

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Rianza Alfandi
JADI TOUR GUIDE – Momen Ridwan Kamil, jadi tour guide tamu internasional saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). Museum Tsunami Aceh ini merupakan hasil desain Ridwan Kamil yang diresmikan pada 2009 silam. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Mantan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, tampil tak biasa saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). 

Kali ini, pria yang akrab disapa Kang Emil itu berperan langsung sebagai pemandu wisata (tour guide) bagi para tamu internasional yang merupakan arsitek dari berbagai negara.

Dengan gaya santai mengenakan kaos cokelat polos dan celana kasual, Ridwan Kamil memandu rombongan menyusuri setiap sudut museum, mulai dari lantai dasar hingga rooftop. 

Ia menjelaskan secara detail konsep desain, filosofi ruang, hingga makna di balik setiap elemen bangunan yang ia rancang.

JADI TOUR GUIDE – Momen Ridwan Kamil, jadi tour guide tamu internasional saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). Museum Tsunami Aceh ini merupakan hasil desain Ridwan Kamil yang diresmikan pada 2009 silam.
JADI TOUR GUIDE – Momen Ridwan Kamil, jadi tour guide tamu internasional saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). Museum Tsunami Aceh ini merupakan hasil desain Ridwan Kamil yang diresmikan pada 2009 silam. (Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Diketahui, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Persatuan Arsitek Internasional atau Union Internationale des Architectes (UIA) melalui program kerja Natural and Human Disasters yang menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Natural & Human Disaster 2026: Rethinking Architecture – Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3) di Banda Aceh. 

Baca juga: Pakar Arsitek Dunia Belajar soal Bencana ke Aceh, Menteri Ekraf RI Buka Konferensi Internasional DR3

Dalam agenda itu, para peserta dijadwalkan meninjau langsung Museum Tsunami Aceh sebagai salah satu contoh arsitektur yang lahir dari tragedi, namun berfungsi sebagai ruang edukasi dan refleksi.

Kang Emil menyebut, museum yang mulai dirancang pada 2007 dan diresmikan pada 2009 tersebut kini telah berusia sekitar 17 tahun. 

Dalam kesempatan itu, ia pun berbagi cerita tentang proses kreatif sekaligus emosional saat merancang bangunan yang terinspirasi dari tragedi Tsunami Aceh 2004.

“Saya mendesain ratusan bangunan, tapi yang membuat saya meneteskan air mata hanya saat mendesain museum ini. Karena di baliknya ada begitu banyak kenangan dan korban,” ungkapnya.

Di bawah panduannya, para arsitek dunia tampak tak hanya mengagumi struktur bangunan, tetapi juga larut dalam suasana yang dihadirkan museum. 

Beberapa di antaranya bahkan terlihat terharu saat menyaksikan visual dan narasi yang menggambarkan dahsyatnya tsunami 2004.

Baca juga: Ridwan Kamil Kenang Perjalanan Emosional Merancang Museum Tsunami Aceh

Kang Emil, mengaku bahagia melihat museum tersebut kini ramai dikunjungi, terutama oleh kalangan pelajar.

Menurutnya, antusiasme generasi muda dalam mempelajari sejarah bencana menjadi kunci untuk membangun masa depan yang lebih siap dan tangguh.

“Dengan belajar, kita bisa memahami dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kesadaran pentingnya mitigasi bencana

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved