Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Selatan

Hasil Uji Lab Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja Keluar, Pangan Terkontaminasi Bakteri

Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aceh Selatan merilis hasil uji sampel terkait dugaan keracunan di Pasie Raja.

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
HASIL UJI LAB - Ilustrasi uji lab. Satgas Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan mengumumkan hasil uji lab kasus dugaan keracunan MBG di Pasie Raya, di mana pangan terkontaminasi bakteri. 

Ringkasan Berita:
  • Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aceh Selatan merilis hasil uji sampel terkait dugaan keracunan di Pasie Raja.
  • LOKA POM menemukan makanan terkontaminasi bakteri Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.
  • Hasil uji ini dijadikan pedoman tindak lanjut bagi instansi terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN – Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan resmi mengumumkan hasil uji sampel dari LOKA POM terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pangan yang terjadi di Kecamatan Pasie Raja, Selasa (17/3/2026).

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Penyelenggara Program MBG, Diva Samudra Putra, kasus ini bermula dari laporan Puskesmas Ujung Padang Rasian pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

Sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut.

Sehingga para korban harus mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Para pasien didiagnosis mengalami Gastroenteritis Akut (GEA).

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Dinas Kesehatan langsung melakukan peninjauan ke dua lokasi.

Yakni Puskesmas Ujung Padang Rasian untuk pengumpulan data serta pengambilan sampel muntahan dan tinja.

Baca juga: Satgas MBG Aceh Selatan akan Bahas Hasil Uji Lab Dugaan Keracunan MBG Aceh Selatan Senin Depan

Kemudian lokasi kedua di SPPG Ujung Padang Asahan Yayasan Ruang Kito Basamo untuk pengambilan sampel makanan dan minuman.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, diduga sumber kejadian berasal dari makanan yang didistribusikan oleh SPPG Padang Asahan ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Pasie Raja pada Kamis (26/2/2026).

Selanjutnya, sampel makanan dan minuman dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Hasil uji menunjukkan bahwa dari lima sampel makanan yang diperiksa, ditemukan adanya cemaran mikroba seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa makanan tersebut tidak memenuhi syarat.

Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudra Putra menyampaikan, bahwa Hasil Uji Sampel Kejadian Luar Biasa (KLB) ini menjadi pedoman.

Baca juga: Gerakan Aktivis Muda Aceh Desak Dinkes Aceh Selatan Buka Hasil Uji Lab Dugaan Keracunan MBG 

“Menjadi pedoman, bahan masukan, dan sebagai tindak lanjut bagi instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved