Banda Aceh
Jamin Stok Idul Fitri, Dinas Pangan Aceh Distribusikan 198 Ton Gula dan 50 Ribu Papan Telur
Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pangan Aceh terus mengakselerasi langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan Aceh menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan jelang Lebaran.
- Distribusi gula dan telur ditingkatkan melalui program subsidi ongkos angkut untuk menekan biaya logistik.
- Pemerintah memastikan stok aman serta mengawasi distribusi agar tidak terjadi penimbunan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pangan Aceh terus mengakselerasi langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), berupa subsidi bantuan ongkos angkut untuk memastikan komoditas strategis tetap tersedia dengan harga terjangkau di pasaran.
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, menyampaikan bahwa intensitas pengiriman komoditas pangan dari daerah produsen ke berbagai pasar di Aceh meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan terbaru per Maret 2026, realisasi penyaluran melalui skema FDP menunjukkan capaian positif. Untuk komoditas gula konsumsi, distribusi tahap 1 hingga tahap 3 pada periode 25 Februari hingga 15 Maret 2026 telah mencapai 198,4 ton atau 198.400 kilogram. Pasokan tersebut telah disalurkan ke sejumlah mitra distributor dan pedagang guna menekan potensi lonjakan harga di pasar.
Sementara itu, untuk komoditas telur ayam ras, penyaluran tahap 1 dan tahap 2 pada periode 12 hingga 19 Maret 2026 telah mencapai total 5.038 ikat atau setara dengan 50.380 papan.
“Hari ini kami mengonfirmasi kedatangan armada terakhir untuk FDP Telur Ayam Ras Tahap II sebanyak 360 ikat. Dengan masuknya pasokan ini, kami optimis stok di pasar sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang lebaran,” ujar Surya, Kamis (19/3/2026).
Sekretaris Satgas Saber Pangan Provinsi Aceh itu menjelaskan, bahwa program FDP menjadi strategi utama dalam menekan biaya logistik yang kerap memicu kenaikan harga di tingkat konsumen. Melalui subsidi ongkos angkut, harga komoditas di tingkat pedagang dapat tetap stabil meskipun permintaan meningkat.
“Fokus kami adalah memastikan tidak ada kendala distribusi. Negara hadir untuk mengintervensi biaya angkut agar pedagang tidak terbebani biaya logistik yang tinggi, sehingga harga jual ke masyarakat tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga acuan yang ditetapkan atau maksimal tidak melambung naik drastis,” jelasnya.
Baca juga: VIDEO Pemerintah Aceh Siapkan 650 Tiket Gratis Mudik ke Sabang
Ia menegaskan, upaya tersebut juga diperkuat melalui sinergi bersama Satgas Saber Pangan Aceh. Dinas Pangan Aceh bersama jajaran Ditreskrimsus Polda Aceh secara intensif memantau pergerakan stok di gudang distributor guna mencegah praktik penimbunan.
“Masyarakat dihimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok, karena pemerintah menjamin pasokan pangan pokok, khususnya gula dan telur, dalam posisi aman dan terkendali hingga hari raya mendatang,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FDP-dengan-komoditas-Telur-Ayam-Ras-Tahap-II-1903.jpg)