Jumat, 8 Mei 2026

Idul Fitri 1447 H

5 Kebiasaan Rasulullah Jelang Idulfitri, Nomor 4 Sering Kita Lupakan

Di balik kemeriahannya, terdapat sunnah-sunnah kecil yang diajarkan Rasulullah SAW yang membawa dimensi sosial dan spiritual yang dalam. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
SERAMBI/HENDRI
Ribuan umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri 1443 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (2/5/2022) pagi. 

Ayat tersebut menegaskan bahwa setelah menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan Allah sebagai bentuk rasa syukur atas petunjuk dan nikmat yang diberikan. 

Baca juga: Jadwal Gema Takbir di Pidie Diubah, Pemkab Siapkan Hadiah Rp 85.000.000

Takbir menjadi simbol kemenangan spiritual, karena seorang muslim telah berhasil menahan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah sepanjang Ramadan.

Suasana malam Idulfitri biasanya dipenuhi gema takbir dari masjid, mushalla, hingga rumah-rumah. Dentuman bedug dan lantunan takbir yang bergema menciptakan nuansa kebersamaan dan kegembiraan. 

Bagi umat Islam, takbir bukan sekadar ucapan, melainkan pengakuan atas kebesaran Allah dan pengingat bahwa segala keberhasilan adalah karunia-Nya.

3. Mandi Sebelum Berangkat Salat Id

Menjelang pelaksanaan salat Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk menjaga kebersihan lahiriah sebagai cerminan kesucian batin. 

Salah satu amalan yang dicontohkan para sahabat adalah mandi sebelum berangkat ke lapangan tempat salat Id. Riwayat dari Ibnu Umar RA menyebutkan bahwa beliau senantiasa mandi terlebih dahulu sebelum menghadiri salat Id (HR. Malik).

Baca juga: Rukyatul Hilal Afghanistan Jadi Acuan, Ratusan Warga Bantul Laksanakan Shalat Id Lebih Awal

Tradisi ini bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan simbol kesiapan diri dalam menyambut hari kemenangan. 

Dengan membersihkan tubuh, seorang muslim diharapkan hadir dalam keadaan suci, rapi, dan penuh penghormatan terhadap momen sakral Idulfitri.

Kebersihan lahiriah menjadi representasi dari hati yang telah ditempa selama Ramadan, sehingga ibadah terasa lebih sempurna.

Selain mandi, umat Islam juga dianjurkan mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, dan berangkat dengan penuh semangat menuju tempat salat. 

Semua ini mencerminkan bahwa Idulfitri bukan hanya perayaan pribadi, tetapi juga syiar kebersamaan yang menebarkan pesan kesucian, keindahan, dan persaudaraan.

4. Mengambil Jalan Berbeda saat Pulang Salat Id

Salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sering terlupakan adalah mengambil jalan berbeda ketika berangkat dan pulang dari salat Id. 

Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sengaja membedakan rute berangkat dan rute pulang. 

Tujuannya bukan sekadar variasi perjalanan, melainkan untuk menyapa lebih banyak orang, menebarkan salam, serta menampakkan syiar Islam di berbagai sudut jalan.

Baca juga: 5 Manfaat Membatasi Makanan Manis Saat Lebaran Idul Fitri, Jangan Sampai Kebablasan

Makna sosial dari sunnah ini sangat besar. Dengan melewati jalan yang berbeda, Rasulullah SAW memperluas jangkauan dakwah, memperlihatkan kebersamaan umat, dan menegaskan bahwa Idulfitri adalah momen kebahagiaan yang harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved