Jumat, 10 April 2026

Nagan Raya

Warga Muhammadiyah Nagan Raya Shalat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa

Warga Muhammadiyah Nagan Raya melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa di Gampong Kuta Makmu, Kecamatan Kuala..

Penulis: Rizwan | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Dok Muhammadiyah
KHUTBAH - Khatib shalat Id saat menyampaikan khutbah pada shalat Id warga Muhammadiyah Nagan Raya di Masjid At-Taqwa, Jumat (20/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Muhammadiyah di Nagan Raya melaksanakan Salat Idulfitri dengan khidmat di Masjid At-Taqwa.
  • Khatib mengajak jamaah menjadikan Idulfitri sebagai momen evaluasi ketakwaan pasca-Ramadan.
  • Pelaksanaan berlangsung tertib dan mencerminkan kebersamaan serta toleransi di tengah perbedaan.

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Warga Muhammadiyah Nagan Raya melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa di Gampong Kuta Makmu, Kecamatan Kuala, Jumat (20/3/2026).

Shalat tersebut dengan telah genap berpuasa 30 hari dan masuk 1 Syawal  Muhammadiyah berlangsung dengan penuh khidmat.

Pelaksanaan ini bagi warga Muhammadiyah merujuk pada keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Masjid At-Taqwa yang juga bertindak sebagai imam, Drs HM Basir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini. 

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ini merupakan buah dari kesepakatan bersama masyarakat gampong.

“Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Ini semua adalah hasil musyawarah masyarakat gampong. Dengan adanya kesepakatan ini, seluruh elemen masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, dapat bersama-sama melaksanakan shalat Id dengan suasana yang aman dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Khatib dalam pelaksanaan tersebut adalah Edy Saputra, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat sekaligus dosen STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh, menyampaikan khutbah yang menggugah kesadaran jamaah tentang makna sejati Idul Fitri.

Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk tidak menjadikan Idul Fitri sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai titik evaluasi diri atas kualitas ketakwaan yang telah dibangun selama Ramadhan.

Khatib mengangkat pesan mendalam dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang empat indikator utama ketakwaan yang menjadi ukuran keberhasilan seorang hamba setelah Ramadhan.

Pertama, al-khawfu min al-jalil, yaitu rasa takut kepada Allah yang melahirkan ketaatan, bukan sekadar ucapan. 

Kedua, al-‘amalu bil-tanzil, yakni komitmen mengamalkan Al-Qur’an dalam seluruh aspek kehidupan. 

Ketiga, al-qana‘atu bil-qalil, yaitu sikap merasa cukup yang melahirkan ketenangan dan menjauhkan dari kerakusan. Dan keempat, al-isti‘dad li yaumir-rahil, yaitu kesiapan menghadapi kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal saleh.

Khatib menegaskan bahwa tanda diterimanya Ramadhan adalah istiqamah setelahnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved