Banda Aceh
56 Titik Panas Terpantau, Ini Prediksi Cuaca saat Weekend Libur Lebaran di Banda Aceh
sejumlah titik panas terpantau di Aceh sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS sejak Rabu...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- BMKG mencatat 56 titik panas tersebar di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan pantauan satelit.
- Sebagian besar titik memiliki tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi dan berpotensi memicu karhutla.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap perubahan cuaca serta risiko kebakaran hutan dan lahan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mencatat, sejumlah titik panas terpantau di Aceh sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS sejak Rabu (25/3/2026).
Prakirawan BMKG, Fitriana Nur menyebutkan, titik panas itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota meliputi Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Gayo Lues, Lhokseumawe dan Nagan Raya.
“Terdapat 56 titik panas tersebar di wilayah Aceh, enam titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 48 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan dua titik dengan tingkat kepercayaan rendah,” ungkap Fitriana saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Pascalebaran, BPBD Langsung Cek Sistem Peringatan Dini Bencana di Banda Aceh, Ini Tujuannya
Sementara cuaca di Banda Aceh, secara umum diperkirakan cukup baik, yakni cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, terjadi peningkatan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akibat adanya sirkulasi tekanan rendah di wilayah Perairan Barat Aceh, mulai 28 Maret 2026 atau saat akhir pekan libur lebaran mendatang.
Prakirawan BMKG itu mengimbau masyarakat tetap waspada, terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi secara cepat dan signifikan. WIlayah Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar, berdasarkan laporan Stasiun Klimatologi Aceh, telah memasuki musim kemarau. “Dan wilayah lain, diprakirakan awal musim kemarau pada Mei,” jelas Fitriana.
Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah terkait, untuk dapat mempersiapkan ataupun melakukan pengelolaan air bersih secara efisien, mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peta-sebaran-titik-panas.jpg)