Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Rektor UIN Ar-Raniry Ajak Publik Dukung Upaya Presiden Pulihkan Aceh

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemuli

Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
HUMAS UIN AR-RANIRY
REKTOR UIN AR-RANIRY - Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan bencana banjir di Aceh. Ia menilai langkah yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan negara dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Rektor UIN Ar-Raniry mengajak masyarakat mendukung pemerintah dalam percepatan pemulihan banjir Aceh, serta tidak hanya mengkritik tetapi ikut mendorong perbaikan.
  • Penanganan dinilai menunjukkan kemajuan, terlihat dari jumlah pengungsi yang turun drastis dari 2,1 juta menjadi 173 jiwa per Maret 2026.
  • Pemerintah dinilai serius melalui kunjungan Presiden, pembangunan infrastruktur darurat, serta perhatian sosial guna memulihkan kondisi masyarakat terdampak.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan bencana banjir di Aceh.

Ia menilai langkah yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan negara dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh November 2025.

“Langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah menunjukkan keseriusan. Kita berharap masyarakat bahu-membahu.

Jangan hanya mengkritik, kalau ada kekurangan kita dorong untuk diperbaiki,” kata Prof Mujiburrahman dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor berdampak pada puluhan kabupaten/kota di Aceh, dengan lebih dari 100 ribu rumah mengalami kerusakan.

Skala dampak tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan waktu dan kerja lintas sektor.

Baca juga: Pemkab Aceh Besar Mulai Bahas Kebutuhan Formasi ASN 2026, Ini Poin Pentingnya

Meski demikian, penanganan dinilai menunjukkan perkembangan. Jumlah pengungsi yang sempat mencapai lebih dari 2,1 juta jiwa pada awal Desember 2025 kini berkurang signifikan.

Per Maret 2026, tersisa 173 jiwa yang masih berada di pengungsian, terutama di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Rektor UIN Ar-Raniry itu mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan langsung Presiden yang beberapa kali meninjau lokasi terdampak. 

Kunjungan dilakukan ke sejumlah wilayah, seperti Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah, untuk memastikan distribusi bantuan, pembukaan akses terisolasi, hingga pembangunan hunian sementara berjalan sesuai rencana.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan sejumlah langkah, mulai dari pembentukan satuan tugas terpadu, penyaluran dana siap pakai, hingga percepatan pembangunan infrastruktur darurat seperti jembatan penghubung di wilayah terdampak.

Rektor juga mengapresiasi kehadiran Presiden yang melaksanakan shalat Idulfitri bersama warga terdampak di Aceh Tamiang sebagai bentuk empati.

Baca juga: VIDEO - Viral! 7 Tahun Ngontrak, Kamar Pria Ini Berubah Jadi “Gunungan Sampah”, Warga Syok

Menurutnya, kehadiran langsung dalam momentum keagamaan tersebut memberikan dukungan moral bagi masyarakat.

Presiden Prabowo melaksanakan shalat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved