Banjir Landa Aceh
Ribuan Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara Bertahan di Gubuk Beratap dan Dinding Terpal
“Terakhir sebelum Lebaran, baru sebatas pengecekan lokasi. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan pembangunan huntara dimulai. Kalau Huntap...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Banjir besar sejak akhir November 2025 di Gampong Leubok Pusaka, Seunuddon, Aceh Utara masih menyisakan penderitaan bagi ratusan warga.
- Dari 764 KK, sebanyak 560 KK terdampak, dengan lebih dari 400 KK rumahnya rusak berat atau hanyut.
- Saat ini baru 101 KK menempati hunian sementara (huntara), sementara lebih dari 300 KK masih bertahan di pengungsian dengan kondisi darurat: gubuk terpal, rumah saudara, atau menyewa rumah.
- Rencana pembangunan huntara tambahan masih sebatas penyediaan lahan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Dampak banjir yang melanda Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, sejak akhir November 2025 masih menyisakan penderitaan bagi ratusan warga.
Hingga kini, ratusan kepala keluarga (KK) masih hidup dalam kondisi serba terbatas di pengungsian, sementara pembangunan hunian sementara (huntara) belum juga dimulai.
Selain di Leubok Pusaka, di Desa Buket Linteung dan di sejumlah kecamatan lainnya di Aceh Utara juga masih mengalami nasib serupa dengan jumlah mencapai ribuan KK.
Namun, untuk saat ini korban banjir yang masih mengungsi, terbanyak di berada di kecamatan Langkahan.
Keuchik Leubok Pusaka, Janni kepada Serambinews.com, Jumat (27/3/2026), mengatakan bahwa dari total 764 KK yang tersebar di 10 dusun, lima di antaranya dusun definitif, 560 KK di antaranya terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400 KK lebih mengalami kerusakan rumah kategori berat hingga hanyut terbawa arus.
“Sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan, dan mereka sudah kembali ke rumah masing-masing setelah melakukan perbaikan,” ujar Janni.
Saat ini, sebanyak 101 KK telah menempati huntara yang tersedia.
Namun, masih terdapat lebih dari 300 KK yang belum mendapatkan tempat tinggal layak.
Mereka terpaksa bertahan di berbagai kondisi pengungsian yang tersebar, tidak terpusat di satu lokasi.
“Ada yang mendirikan gubuk darurat dengan atap dan dinding terpal, sebagian menggunakan kayu, ada juga yang tinggal di rumah saudara, bahkan terpaksa menyewa rumah,” jelasnya.
Baca juga: Jelang Masuk Sekolah, Kodim 0102 Pidie Pangkas Rambut Gratis Anak-anak Korban Banjir di Pijay
Menurut Janni, rencana pembangunan huntara tambahan bagi ratusan KK tersebut hingga kini masih berada pada tahap awal, yakni penyediaan lahan.
Ia menyebutkan, sebelum Idulfitri lalu, pihak dari Kantor Pertanahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah meninjau lokasi, namun belum ada tindak lanjut signifikan.
“Terakhir sebelum Lebaran, baru sebatas pengecekan lokasi. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan pembangunan huntara dimulai. Kalau Huntap (hunian tetap) apalagi, huntara saja belum berjalan,” katanya.
Ramadhan dari Tenda Pengungsian
Lebaran di tenda pengungsian
tenda pengungsian
Korban Banjir di Aceh Utara di pengungsian
Korban banjir di Aceh Utara
Serambinews.com
Serambinews
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Korban-banjir-di-Desa-Buket-Linteung-Kecamatan-Langkahan-Kabupaten-Aceh-Utara.jpg)