Senin, 13 April 2026

Berita Bireuen

Jajaran Kankemenag Bireuen Gelar Halal Bihalal, Ini Pesan Kakankemenag

Jajaran Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen, Senin (30/3/2026) menggelar halal bihalal yang diawali dengan apel bersama di halaman Kankemena

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Halal Bihalal - Jajaran Kankemenag Bireuen, Senin (30/3/2026) gelar halal bihalal di Kankemenag Bireuen. 

Ringkasan Berita:
  • Kankemenag Bireuen menggelar apel dan halal bihalal pasca Idul Fitri, diikuti pejabat, kepala madrasah, KUA, dan ASN.
  • Kakankemenag menyoroti kesenjangan antara program dan realisasi di lapangan, termasuk belum optimalnya pelaksanaan Asta Protas.
  • Ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, integritas ASN, dan menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang nyata.

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jajaran Kantor Kementerian Agama atau Kankemenag Bireuen, Senin (30/3/2026) menggelar halal bihalal yang diawali dengan apel bersama di halaman Kankemenag Bireuen

Apel bersama dipimpin Kakankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd ini dihadiri para pejabat di lingkungan Kankemenag, Ketua Pokjawas bersama anggotanya, puluhan kepala madrasah baik MI, MTs dan MA.

Kemudian Kepala KUA dari 17 kecamatan dan ratusan ASN di lingkungan Kankemenag.

Kasi Penmad Kankemenag Bireuen, Anis SAg mengatakan, jajaran Kankemenag Bireuen pertamanya menggelar upacara hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri dan juga dilanjutkan halal bi halal.

Kakenkemenag Bireuen dalam upacara tersebut antara lain mengatakan dalam suasana bulan syawal yang penuh kegembiraan, jajaran Kankemenag  tetap harus membuka mata dan hati terhadap kondisi nyata yang sedang terjadi di lapangan.

“Sebagai abdi negara, tanggung jawab kita bukan hanya di balik meja kerja, melainkan juga pada denyut nadi kehidupan masyarakat yang kita layani setiap harinya," ujarnya. 

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini 30 Maret 2026: Per Mayam Mulai Stabil di Level Rp 8,1 Juta

Kakankemenag mengatakan berdasarkan laporan dan pemantauan yang mereka terima selama beberapa waktu terakhir, terdapat sejumlah kondisi lapangan yang perlu diperhatikan bersama dengan seksama.

Pasalnya, hingga kini ini masih ditemukan kesenjangan antara program yang telah dirancang dengan realisasi yang diterima masyarakat. 

Ada jarak antara kebijakan di atas kertas dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat.

"Delapan program prioritas (Asta Protas) belum sepenuhnya dilaksanakan, program kemenag berdampak belum dirasakan oleh masyarakat, tugas dan fungsi ASN belum optimal dilaksanakan," kata Kakankemenag. 

Kakankemenag mengharapkan koordinasi antar sektor di lapangan masih perlu diperkuat dan dioptimalkan.

Program-program yang dijalankan oleh masing-masing lembaga baik di madrasah, pondok pesantren dan KUA, tampak berjalan secara terpisah, seakan tidak memberikan dampak yang berarti bagi orang lain. 

Baca juga: Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh - Bagian I

Padahal, kata Kakankemenag dalam sebuah organisasi yang baik, setiap bagian seharusnya saling berkoordinasi dan mendukung satu sama lain.

Kepercayaan masyarakat kepada institusi pemerintah perlu terus dijaga dan perkuat.

Kepercayaan adalah modal utama dalam pemerintahan yang efektif. Sekali kepercayaan itu retak, sangat sulit untuk memulihkannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved