Minggu, 17 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Tenda yang Selama Ini Digunakan Rusak, Murid TK Belajar di Gudang Padi

“Hari ini kami bersihkan bersama wali murid, rencananya besok anak-anak sudah bisa masuk kembali.”  NURBAITI, Kepala TKN Pantan Nangka

Tayang:
Editor: mufti
IST
ILUSTRASI -- GUDANG PADI 
Ringkasan Berita:
  • Empat bulan pascabencana hidrometeorologi,  kondisi TK Negeri (TKN) Pantan Nangka Linge, Aceh Tengah, masih memprihatinkan
  • Bangunan sekolah belum juga diperbaiki, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dilakukan di tempat darurat
  • Proses belajar mengajar dipindahkan ke gudang mesin atau gudang padi milik kelompok tani setempat. Meski begitu, fasilitas di lokasi tersebut sangat terbatas dan jauh dari kata layak

“Hari ini kami bersihkan bersama wali murid, rencananya besok anak-anak sudah bisa masuk kembali.”  NURBAITI, Kepala TKN Pantan Nangka

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Empat bulan pascabencana hidrometeorologi,  kondisi TK Negeri (TKN) Pantan Nangka Linge, Aceh Tengah, masih memprihatinkan. Hingga Selasa (31/3/2026), bangunan sekolah belum juga diperbaiki, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dilakukan di tempat darurat.

Sejak awal Januari 2026, para murid sempat belajar di bawah tenda. Namun, tenda tersebut sudah rusak dan robek, sehingga  membuat kegiatan belajar tidak lagi memungkinkan.

Saat ini, proses belajar mengajar dipindahkan ke gudang mesin atau gudang padi milik kelompok tani setempat. Meski begitu, fasilitas di lokasi tersebut sangat terbatas dan jauh dari kata layak.

Kepala TKN Pantan Nangka, Nurbaiti, mengatakan, kondisi darurat ini sempat membuat pihak sekolah meliburkan para murid karena tidak adanya tempat belajar yang memadai. “Anak-anak sejak 5 Januari belajar di tenda, tapi sekarang tendanya sudah bocor, akhirnya kami pindah ke gudang,” katanya, Selasa (31/3/2026).

Dikatakan, terdapat 22 murid terdampak bencana. Selain ruang belajar yang tidak layak, fasilitas dasar seperti kamar mandi juga tidak tersedia. “Untuk sementara kami buat kamar mandi darurat menggunakan spanduk. Sebelumnya, kalau buang air, anak-anak harus ke rumah warga dan harus diantar,” jelasnya.

Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah bersama wali murid bergotong royong membersihkan gudang agar bisa digunakan sebagai ruang belajar sementara. “Hari ini kami bersihkan bersama wali murid, rencananya besok anak-anak sudah bisa masuk kembali,” kata Nurbaiti.

Sementara itu, pembangunan gedung sekolah baru masih dalam proses pengajuan. Pihak sekolah mengaku sudah mengusulkan pembangunan dan saat ini menunggu realisasi dari pemerintah pusat. “Informasinya akan dibangun, usulan sudah kami ajukan dan tinggal menunggu. Kemarin Kepala Dinas juga sudah datang dan menyampaikan sedang diupayakan,” ujarnya.

Meski dengan berbagai keterbatasan, proses belajar mengajar tetap diupayakan berjalan demi memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, sembari menunggu pembangunan sekolah yang lebih layak.(am)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved